PALANGKA RAYA,KOMPAS – Gelombang kecaman publik terkait dugaan pelecehan seksual nonverbal terhadap vokalis band R.A.S.Y.A, Natasya (19), akhirnya berbuntut permintaan maaf.
Terlapor, Ain Nasriko alias Ain Koto menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada korban, personel R.A.S.Y.A, pelaku seni, dan masyarakat Kalimantan Tengah.
Permintaan maaf itu disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @ainkoto, Selasa (22/9/2026), di hari yang sama Natasya melaporkan kasus tersebut ke Polda Kalteng.
Kronologi Laporan Natasya ke Polda Kalteng
Natasya bersama kuasa hukumnya, Jeffriko Seran, mendatangi Mapolda Kalimantan Tengah untuk melaporkan dugaan pelecehan seksual nonfisik ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalteng.
Laporan tersebut terkait aksi yang terjadi saat R.A.S.Y.A tampil dalam acara penggalangan dana karhutla di Noistfest Gigs Vol.1 “Chaoshutla”.
Laporan korban diterima dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) Pasal 5.
Isi Permintaan Maaf Ain Koto
Dalam videonya, Ain mengaku menyesal atas aksi yang menimbulkan kegaduhan di Palangka Raya.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Natasya dan R.A.S.Y.A Band atas perbuatan yang saya lakukan di Noisespace Gigs, serta kepada seluruh masyarakat Palangka Raya dan Kalteng atas kegaduhan yang terjadi,” ungkap Ain Koto.
Ain mengklaim aksinya spontan dan tidak berniat melecehkan Natasya maupun merendahkan martabat perempuan dan pegiat seni. Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa.
Ia juga menyebut telah menemui DPD FORDAYAK Kota Palangka Raya, Dr. Kilat Kasanang, didampingi Pembina FORDAYAK Chendana Putra, Ketua Dewan Kesenian Kota Palangka Raya Tris Sofia Wartina, dan Sekretaris Hadi Saputra untuk mengakui kesalahannya.
“Kami jujur, tidak pernah ada niat untuk menyakiti atau merendahkan siapa pun. Semua terjadi secara spontan. Tetapi kami sadar, niat tidak menghapus akibat dari sebuah perbuatan,” tulisnya.
Hingga berita ini diturunkan, permintaan maaf tersebut belum mendapat respons dari pihak pelapor.
Dua Versi Benda yang Viral di Panggung Noistfest
Terdapat perbedaan keterangan soal benda yang dilempar di atas panggung.
Pihak penyelenggara melalui Hendra menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi bahwa benda dalam video viral bukan pakaian dalam, melainkan CD merchandise milik band Punk Headquarter bertuliskan “Thanks For Coming Headquarter”. Aksi itu disebut sebagai gimmick untuk mencairkan suasana karena penonton diam saat R.A.S.Y.A tampil.
Hendra mengakui tindakan itu salah. Ia menyebut CD sempat diletakkan di stand lirik vokalis sebelum diminta diambil panitia lain, lalu dilempar kembali ke arah penonton.
Sementara pihak korban menyatakan benda tersebut adalah pakaian dalam dan aksi dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Kini laporan Natasya telah diterima dan dicatat dalam laporan polisi. Penanganan selanjutnya berada di tangan penyidik Ditreskrimum Polda Kalteng untuk mengklarifikasi keterangan para pihak dan menguji bukti terkait kejadian di Noistfest Gigs Palangka Raya tersebut.(Red)


