SPBU Banyak Tapi Tutup: Warga Murung Raya Antri Panjang,Pemerintah dan DPR Diminta Turun Tangan

PURUK CAHU,KOMPAS — Kelangkaan BBM di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, kembali menjadi sorotan. Ironisnya, hampir di setiap kecamatan sudah terdapat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU, namun tidak semua beroperasi normal.

Kondisi ini membuat warga harus mengantri panjang dan menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan BBM.

Berdasarkan data di lapangan, sejumlah SPBU tersebar di beberapa kecamatan:

1. Kecamatan Laung Tuhup: 1 SPBU

2. Kecamatan Tanah Siang: 2 SPBU, di Desa Konut dan Simpang Saripoi jalur HPH

3. Kecamatan Tanah Siang Selatan: 1 SPBU

4. Kecamatan Permata Intan: 1 SPBU

5. Kota Puruk Cahu: 2 SPBU, namun yang beroperasi normal hanya 1 SPBU

Kondisi di ibu kota kabupaten menjadi gambaran nyata persoalan ini. Dari 2 SPBU yang ada di Kota Puruk Cahu, hanya 1 yang buka dan melayani masyarakat secara normal.

“Ini menjadi pertanyaan besar. Kenapa pom banyak tapi yang buka cuma satu? Apakah tidak ada kejanggalan di balik itu semua?” ujar salah seorang warga Puruk Cahu.

Warga menilai keberadaan SPBU yang tidak beroperasi membuat distribusi BBM tidak merata. Akibatnya, antrean panjang tidak bisa dihindari, terutama saat pasokan menipis.

Keluhan serupa juga muncul terkait minimnya pengawasan dan perhatian dari pemangku kebijakan.

“Pemerintah dan anggota DPR mana peduli, sedangkan mereka tidak pernah ikut mengantri di pom/SPBU di Murung Raya. Perhatikan saja,” kata warga lainnya.

Warga berharap pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Murung Raya segera turun langsung ke lapangan untuk meninjau operasional SPBU. Evaluasi terhadap izin, pasokan, dan jam operasional dinilai mendesak dilakukan agar pelayanan BBM bisa maksimal.

Kelangkaan dan terbatasnya SPBU yang buka berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Harga eceran BBM di warung diprediksi naik, biaya transportasi meningkat, hingga menghambat distribusi barang dan jasa ke desa-desa.

Dengan potensi dan jumlah SPBU yang ada, masyarakat Murung Raya berharap tidak ada lagi kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi maupun non-subsidi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pertamina maupun pemerintah daerah terkait penyebab sejumlah SPBU di Murung Raya tidak beroperasi normal.(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *