PALANGKA RAYA,KOMPAS — Dukungan peralatan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Tengah mulai berdatangan.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, memastikan bantuan dari Presiden RI sudah tiba di Kalteng dan siap dioperasikan untuk memperkuat penanganan karhutla di lapangan.
“Bantuan Presiden sudah datang di Kalteng dan siap dioperasikan,” kata Achmad Zaini, Selasa 1/9/2026.
Menurut Zaini, kedatangan bantuan ini menjadi tambahan penting bagi pemerintah daerah, terutama di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalteng.
Berdasarkan data material karhutla dari Kodam XII/Tanjungpura, sejumlah besar peralatan telah masuk ke wilayah Kalteng sejak 23 hingga 30 Agustus 2026.
Rinciannya meliputi:
– *100 unit selang mobil pemadam*
– *75 mesin pompa air Tomodachi*
– *44 mesin pompa Radian*
– *6 mesin pompa WP Tiger*
– *30 mesin pompa WP Onga Honda GX 200* beserta perlengkapannya
– *100 unit mobil Damkar*
– *10 unit ekskavator Sanny PC 75*
Selain itu ada puluhan hingga ratusan unit peralatan pendukung lain seperti chainsaw, gepyok karet, gepyok kawat, kapak, cangkul, APD kebakaran, tabung oksigen, regulator, masker, hingga perlengkapan personel.
Dukungan juga datang dari Kementerian Pertahanan. Tercatat ada tambahan *50 unit mesin pompa Cameo RT 110 6 inci* beserta perlengkapannya yang siap disalurkan ke titik-titik rawan karhutla.
Zaini menegaskan, semua peralatan ini harus segera dimanfaatkan agar penanganan di lapangan bisa lebih cepat.
“Yang paling penting sekarang bagaimana bantuan ini bisa segera dimanfaatkan dan dioperasikan untuk mendukung penanganan karhutla di lapangan,” ujarnya.
Dengan tambahan peralatan tersebut, pemerintah berharap penanganan karhutla di Kalteng, termasuk Kota Palangka Raya, dapat dilakukan lebih efektif.
Hal ini penting mengingat karakteristik lahan gambut di Kalteng yang membutuhkan penanganan khusus dan waktu lebih lama untuk pemadaman.
Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, dan relawan akan mengerahkan seluruh peralatan baru ini ke titik-titik prioritas yang masih berpotensi terjadi kebakaran.(Red)


