PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik bergilir di Kota Palangka Raya tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tapi juga memukul pelaku usaha. Seorang peternak ayam, Satrio, mengaku mengalami kerugian hingga Rp200 juta akibat pemadaman berulang yang membuat genset cadangannya rusak dan ribuan ayam mati.
Keluhan itu kembali disuarakan dalam aksi solidaritas bertajuk PLN Gerakan Palangka Raya Gelap Jilid VII di Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jalan Ahmad Yani, Jumat (30/10/2026) lalu. Massa datang ‘menghadiahi’ PLN Palangka Raya dengan bangkai ayam. Mereka mendesak persoalan pasokan listrik yang hingga kini masih dikeluhkan masyarakat segera dituntaskan.
Satrio mengatakan, pemadaman listrik bukan persoalan sepele bagi usaha peternakan yang sangat bergantung pada pasokan energi. Ketika listrik padam, peternak harus mengandalkan genset untuk menjaga operasional kandang. Namun pemadaman yang kembali terjadi justru membuat perangkat cadangan miliknya mengalami kerusakan.
“Sampai sekarang masalah pemadaman listrik belum tuntas. Ini bukan masalah sepele bagi peternak seperti kami. Pemadaman kembali terjadi, genset jebol lagi, dan ribuan ayam mati,” ungkapnya di sela aksi.
Kerugian yang dialaminya diperkirakan mencapai Rp200 juta, termasuk biaya operasional yang telah dikeluarkan. Kerugian tersebut menjadi beban tersendiri bagi peternak karena kematian ayam berdampak langsung terhadap hasil produksi dan modal usaha yang sudah ditanamkan.
Keluhan mengenai pemadaman listrik sebenarnya telah berulang kali disampaikan ke PLN. Namun persoalan tersebut belum juga terselesaikan. Sementara pelaku usaha harus menanggung dampak ekonomi setiap kali pasokan listrik terganggu. “Kami sudah sering datang ke sini. Kerugian sekitar Rp200 juta dengan total operasional. Harapannya, hal ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Melalui aksi tersebut, PLN diharap dapat memberikan kepastian pasokan listrik sekaligus menindaklanjuti tuntutan kompensasi bagi masyarakat dan pelaku usaha. Baginya, kepastian listrik menjadi kebutuhan mendasar agar kegiatan peternakan dapat berjalan tanpa dihantui risiko pemadaman berulang.
Kerugian yang dialami Satrio menjadi gambaran dampak pemadaman listrik terhadap sektor usaha di Palangka Raya. Gangguan pasokan listrik tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian materiil ketika peralatan penunjang operasional mengalami kerusakan dan produksi terganggu.
Tuntutan penghentian pemadaman bergilir dan kejelasan kompensasi pun menjadi sorotan dalam aksi tersebut. Peternak berharap ada penyelesaian konkret agar kerugian serupa tidak terus berulang, mengingat dampak gangguan listrik bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan juga ancaman terhadap keberlangsungan usaha dan modal yang telah dikeluarkan. (ter/ens)
Dilihat 3

