PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya merekomendasikan seorang anak perempuan yang menjadi korban dugaan perundungan di kawasan Flamboyan Bawah untuk mengikuti program sekolah rakyat.
Rekomendasi tersebut disampaikan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat berkunjung ke rumah anak korban perundungan berinisial L di Jalan Flamboyan Bawah, Palangka Raya, Sabtu (31/10/2026).
Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kondisi keluarga sekaligus melihat langsung kebutuhan dan tindak lanjut penanganan terhadap anak yang videonya sempat viral di media sosial Facebook tersebut.
Fairid mengatakan, pihaknya ingin mengetahui program-program pemerintah yang selama ini sudah diterima keluarga maupun bantuan yang masih belum didapatkan. “Kami ingin memastikan bagaimana kondisi keluarga tersebut dan bagaimana tindak lanjut ke depannya. Sekaligus menanyakan program-program pemerintah apa saja yang sudah mereka terima dan apa yang belum didapatkan,” ujarnya.
Salah satu hal yang turut disampaikan dalam kunjungan tersebut adalah peluang bagi anak tersebut untuk mengikuti program sekolah rakyat.
Menurut Fairid, informasi mengenai program pendidikan tersebut telah disampaikan kepada pihak keluarga. Apabila berminat, proses selanjutnya dapat dikoordinasikan melalui keluarga bersama Dinas Sosial.
Terkait tawaran tersebut, Fairid menyebutkan bahwa sejauh ini pihak anak dan keluarga menunjukkan ketertarikan untuk mempertimbangkannya.
Namun, terdapat hal yang perlu dikoordinasikan lebih lanjut, mengingat anak tersebut saat ini masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar. “Sejauh ini sepertinya insyaallah tertarik. Namun, anak tersebut saat ini masih bersekolah di kelas empat. Jadi, perlu menjadi pertimbangan apakah nantinya bisa masuk pada saat pergantian semester atau ketika kenaikan kelas,” jelasnya.
Pemko Palangka Raya selanjutnya akan melihat mekanisme dan kemungkinan penempatan anak tersebut melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Sebelumnya, dugaan perundungan terhadap anak perempuan di kawasan Flamboyan Bawah menjadi perhatian publik setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial pada pertengahan Oktober 2026.
Peristiwa tersebut juga mendapat perhatian sejumlah instansi di Kota Palangka Raya. Dinas Sosial sebelumnya telah melakukan pendampingan rehabilitasi sosial dengan melibatkan pekerja sosial dan instansi terkait.
Melalui langkah tersebut, pemerintah diharapkan tidak hanya memastikan penanganan persoalan yang dialami anak, tetapi juga memperhatikan pemulihan kondisi psikologis, keberlanjutan pendidikan, serta dukungan terhadap keluarganya.
Rencana mengikuti sekolah rakyat pun menjadi salah satu opsi yang kini diperkenalkan kepada keluarga, sembari menunggu koordinasi lebih lanjut mengenai mekanisme dan waktu penerimaannya. (ifa)
Dilihat 27

