Lima Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Tjilik Riwut

Lima Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Tjilik Riwut

Dampak Asap, Sejumlah Pesawat Beralih ke Banjarmasin dan Kembali ke Bandara Asal

PALANGKA RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya mengganggu aktivitas warga di darat beberapa. Di udara, lima pesawat yang hendak mendarat di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya harus mengurungkan pendaratan dan melakukan divert hingga return to base (RTB), Sabtu (19/9/2026).

Pesawat-pesawat tersebut sebelumnya telah melakukan holding atau berputar di udara sembari menunggu kondisi memungkinkan untuk mendarat. Namun jarak pandang yang terus berada di bawah batas minimum keselamatan membuat penerbangan akhirnya dialihkan atau kembali ke bandara asal.

General Manager Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya I Made Darmawan, mengatakan keputusan tersebut sepenuhnya mempertimbangkan kondisi aktual dan aspek keselamatan penerbangan. “Keputusan terkait keberangkatan, kedatangan, holding go around divert maupun pembatalan penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan serta aspek keselamatan penerbangan,” kata I Made, Minggu (20/9/2026).

Lima penerbangan yang terdampak yakni Super Air Jet IU 674 rute Surabaya-Palangka Raya yang melakukan divert/RTB ke Surabaya setelah holding. Kemudian Super Air Jet IU 650 rute Jakarta-Palangka Raya yang kembali ke Jakarta setelah holding.

Citilink QG 452 juga melakukan divert/RTB ke Banjarmasin setelah holding. Sementara Lion Air JT 680 sempat holding dan go around, sebelum dialihkan ke Banjarmasin, kemudian kembali ke Surabaya.

Sedangkan Batik Air ID 6200 rute Jakarta-Palangka Raya melakukan divert/RTB ke Jakarta setelah holding.

Secara sederhana, RTB merupakan prosedur ketika pesawat yang sedang menuju bandara tujuan harus kembali ke bandara asal atau lokasi yang ditentukan karena kondisi tidak memungkinkan untuk melanjutkan penerbangan secara aman. Dalam kasus di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, rendahnya jarak pandang menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan operasional.

See also  Bupati Mura Dukung Sinergi Pertanahan dan Tata Ruang Kalteng

Kondisi jarak pandang pada Sabtu memang cukup ekstrem. Hasil pemantauan menunjukkan jarak pandang terendah hanya 350 meter pada pukul 09.30 WIB. Kondisi kembali memburuk pada sore hari. Jarak pandang tercatat 400 meter pada pukul 15.30 WIB dan 500 meter pada pukul 16.00 WIB.

Dengan kondisi tersebut, pesawat yang telah melakukan holding tidak dapat dipaksakan mendarat apabila persyaratan keselamatan belum terpenuhi. Pilihan divert go around maupun RTB menjadi bagian dari prosedur operasional untuk menghindari risiko pendaratan dalam kondisi yang tidak aman.

I Made menegaskan keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas. “Apabila kondisi cuaca dan jarak pandang belum memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan, maka operasional penerbangan dapat mengalami penundaan, pengalihan rute, return to base, maupun pembatalan,” ujarnya.

Untuk Minggu (20/9/2026) pagi, belum terdapat laporan penerbangan yang terdampak karhutla, baik berupa keterlambatan maupun pembatalan. Seluruh penerbangan dari maupun menuju Palangka Raya masih sesuai jadwal.

Meski demikian, kondisi tersebut masih sangat bergantung pada perkembangan cuaca dan jarak pandang. Aktivitas take off dan landing di Bandara Tjilik Riwut tetap menyesuaikan kondisi aktual di lapangan.

PT Angkasa Pura Indonesia terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, BMKG/Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut, maskapai, serta pemangku kepentingan terkait untuk memantau kondisi operasional penerbangan. (ifa/ens)

Dampak Asap Terhadap Operasional Penerbangan :

1.Pembatalan Penerbangan (Cancel Flight):

* Garuda Indonesia GA 551 rute PKY–CGK, 154 penumpang.

* Super Air Jet IU 651 rute PKY–CGK, 180 penumpang.

* Super Air Jet IU 675 rute PKY–SUB, 180 penumpang.

* Lion Air JT 681 rute PKY–SUB, 204 penumpang.

* Batik Air ID 6201 rute PKY–CGK, 113 penumpang.

* Garuda Indonesia GA 550 rute CGK–PKY, 120 penumpang.

See also  Jalur Darat Terputus, Kota Langsa Terima Bantuan 1,5 Ton via Helikopter

* Super Air Jet IU 674 rute SUB–PKY, 98 penumpang.

* Super Air Jet IU 650 rute CGK–PKY, 175 penumpang.

* Lion Air JT 680 rute SUB–PKY, 211 penumpang.

* Batik Air ID 6200 rute CGK–PKY, 130 penumpang.

2. Divert/Return to Base (RTB):

* IU 674 setelah holding melakukan divert/RTB ke SUB.

* IU 650 setelah holding melakukan divert/RTB ke CGK.

* QG 452 setelah holding melakukan divert/RTB ke BDJ.

* JT 680 setelah holding dan go around melakukan divert/RTB ke BDJ, kemudian RTB ke SUB.

* ID 6200 setelah holding melakukan divert/RTB ke CGK.

3. Penerbangan Terdampak Keterlambatan:

* Citilink QG 453 rute PKY–CGK mengalami keterlambatan sebagai konsekuensi dari keterlambatan penerbangan QG 452.

* Citilink QG 457 rute PKY–SUB mengalami hold close door karena menunggu kondisi jarak pandang di Bandar Udara Tjilik Riwut memenuhi batas minimum operasional.


Dilihat 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *