2
Anak dinilai memiliki peran strategis dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Lantaran, teman sebaya dinilai menjadi pihak yang paling awal mengetahui jika terjadi perubahan perilaku atau masalah yang dialami teman mereka.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinsosp3AP2KB Tabalong, Syamani dalam sambutannya, saat membuka secara resmi kegiatan peningkatan peran anak dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, pada Senin 24 Agustus 2026, di Pendopo Bersinar Pembataan.
Syamani menuturkan, sebanyak seratus anak yang hadir merupakan perwakilan dari tujuh sekolah dan Forum Anak Daerah Kabupaten Tabalong. Mereka dinilai sebagai anak-anak pilihan, yang membawa amanah untuk turut menjaga diri sendiri, teman-teman dan masa depan anak-anak di Tabalong.
Syamani menjelaskan, berbagai isu seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang, kekerasan seksual, anak yang berhadapan dengan hukum, hingga perkawinan anak, bisa saja menimbulkan rasa takut, bingung atau perasaan tidak berdaya pada anak. Namun, kondisi ini dinilai wajar, sehingga anak perlu dibekali pemahaman bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan mampu tetap melangkah untuk melindungi diri sendiri dan teman-temannya.
“Jika anak-anakku merasakan ketakutan itu merasa bingung ataupun merasa tidak berdaya itu adalah hal yang sangat wajar. Mengetahui ada hal-hal buruk di luar memang menakutkan tetapi tahukah kalian apa keberanian, keberanian bukanlah ketika kita tidak memiliki rasa takut keberanian adalah ketika kita merasa takut tetapi kita tetap melangkah maju,” kata Syamani, Kepala Dinsosp3AP2KB Tabalong.
Melalui kegiatan ini, Syamani berharap anak tidak hanya memahami berbagai bentuk kekerasan, namun juga memiliki keberanian untuk bertindak secara tepat, dengan menyampaikan atau melaporkan jika menemukan permasalahan di lingkungan sekitarnya.
Dano Nafarin, TV Tabalong, melaporkan.


