4
Kondisi kabut asap di tengah musim kemarau, membuat masyarakat perlu meningkatkan perlindungan terhadap kesehatan pernapasan. Paparan asap secara terus-menerus, dapat meningkatkan risiko terjadinya ISPA, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia. Dokter Puskesmas Mabuun, membagikan sejumlah tips yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko ISPA akibat paparan asap.
Dokter Puskesmas Mabuun, Dokter Puteri Aulia Rahmi menjelaskan, penggunaan masker menjadi langkah utama untuk melindungi diri dari paparan asap. Masker dianjurkan digunakan saat beraktivitas di luar rumah, terutama di lokasi yang banyak terpapar asap. Penggunaan masker juga tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang sakit, namun juga bagi masyarakat sehat.
Masker yang digunakan, dianjurkan merupakan masker standar medis tiga lapis. Masker sebaiknya diganti setiap empat hingga enam jam dan paling maksimal setelah enam jam pemakaian. Hal ini perlu diterapkan baik oleh anak sekolah, maupun masyarakat yang bekerja di luar ruangan.
Selain menggunakan masker, masyarakat juga diminta mengurangi masuknya asap ke dalam rumah. Jika memungkinkan, ventilasi dapat ditutup terutama pada malam hari, agar asap tidak terhirup selama berjam-jam saat tidur. Masyarakat juga dianjurkan menjaga pola makan dan minum, dengan mengonsumsi sayur, buah, protein, serta mencukupi kebutuhan air putih.
“Di rumah kan biasanya ada ventilasi. Biasanya saya sarankan, kalau memang memungkinkan, ventilasi jangan terlalu banyak. Terutama misalnya menuju malam, biasanya kita ada yang tertidur. Tertidur malam kita tidak sadar kita menghirup asap selama 5-8 jam. Jadi kalau memungkinkan, ventilasinya ditutup aja. Kalau memang memungkinkan ya, supaya asap tidak masuk ke dalam rumah dan kita menghirup asap itu berkepanjangan. Itu terus lagi pola makan, pola minum sehat. Paling bagus makanan rumah sendiri yang di dalamnya ada sayur, ada buah, proteinnya lengkap, karbohidrat, dan minum air putih. Itu yang harus benar-benar dijaga. Kalau bisa 2 liter sehari,” kata dr. Puteri Aulia Rahmi, Dokter Puskesmas Mabuun.
Dokter Puteri juga mengimbau masyarakat untuk tidak menambah polusi asap dengan membakar sampah atau dedaunan di lingkungan rumah. Apabila sudah mengalami batuk atau tenggorokan terasa tidak nyaman, masyarakat dapat memperbanyak minum air putih dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika gejala berlanjut.
Dano Nafarin, TV Tabalong, melaporkan.


