4
Sebanyak 715 siswa-siswi SMKN 1 Tanjung mengikuti kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara atau PKBN, yang digelar sejak tanggal 20 hingga 24 Juli 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari TNI dan Polri, dengan tujuan menanamkan nilai kedisiplinan, cinta tanah air, hingga menangkal paham radikal di kalangan pelajar.
Pembinaan Kesadaran Bela Negara, PKBN dipusatkan di Aula SMKN 1 Tanjung dan Stadion Pembataan Tanjung. Kegiatan ini merupakan pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta rela berkorban bagi siswa, dengan tujuan membentuk karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berakhlak mulia.
Kegiatan yang diselenggarakan dari 20 sampai 24 Juli 2026 ini diikuti oleh 715 siswa, diisi dengan berbagai materi, mulai dari bela negara dan wawasan kebangsaan, disiplin dan kepemimpinan, etika dan sopan santun, hingga materi terkait paham radikal. Pihak sekolah menilai kegiatan ini penting dilaksanakan, mengingat kondisi siswa saat ini yang dinilai masih kurang dalam hal kedisiplinan dan etika.
“Terselenggaranya kegiatan ini, karena melihat sekarang itu anak-anak kurang dalam disiplin serta etika kepada guru dan orang tua juga saya merasa sebagai guru masih dinilai sangat kurang, jadi dengan adanya kegiatan ini diharapkan anak-anak bisa mengambil nilai-nilai positif yang langsung disampaikan pemateri,” kata Fendy Rinaldi Nasuha, Ketua Panitia PKBN SMKN 1 Tanjung.
Kepala SMKN 1 Tanjung mengatakan kegiatan PKBN ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya dengan mengundang narasumber dari TNI dan Polri. Hal ini dilakukan karena para siswa yang baru masuk berada pada masa transisi dari anak-anak menuju remaja, sehingga perlu dibekali rasa cinta tanah air serta keyakinan pada Pancasila, terlebih di tengah maraknya isu-isu paham radikal saat ini.
“PKBN itu selalu dilaksanakan dan kami mengundang narsum dari TNI dan Polri. Kenapa hal ini kita lakukan, karena ketika mereka para murid tamat SMP sederajat, kemudian ke jenjang yang lebih tinggi, itu adalah masa-masa transisi dari anak-anak ke remaja. Kenapa juga kita harus melaksanakan PKBN, karena kita bertujuan untuk menumbuhkan rasa kesadaran cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara serta keyakinan pada Pancasila, nah apalagi saat ini banyak isu-isu paham radikal, oleh karena itu kami ingin mencegah lebih awal agar dia lebih mencintai negaranya dan mencintai bangsanya,” ujar Lis Sulastrini, Kepala SMKN 1 Tanjung.
Melalui PKBN, para siswa-siswi SMKN 1 Tanjung diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berkarakter, serta memiliki rasa cinta tanah air yang kuat. Sehingga mampu menjadi benteng bagi diri mereka sendiri dari pengaruh paham radikal dan kenakalan remaja.
Muhammad Khairillh, TV Tabalong melaporkan.


