Kualitas Udara Sentuh Angka 1068,9 µg/m³, Palangka Raya Hari Ini Tak Layak Huni Manusia

PALANGKA RAYA,KOMPAS  – Kabut asap makin akibat kebakaran hutan dan lahan makin dirasakan dampaknya bagi warga Kota Palangka Raya.

Kualitas udara di ibukota Provinsi Kalteng ini makin memburuk pada, Sabtu (29/8/2026).

Kondisi ini semakin terasa jelas dengan jarak pandang yang mengalami penurunan.

Berdasarkan data IQAir, pada pukul 11.00 WIB nilai PM2.5 tercatat 867,4 µg/m³ bahkan terdapat titik tertentu mencapai 1068.9 µg/m³.

Angka tersebut jauh melampaui ambang kategori berbahaya.

Hingga pukul 12.00 WIB, nilainya sempat turun menjadi 448,4 µg/m³, namun masih berada dalam kategori berbahaya. Jarak pandang juga menurun hingga sekitar 1-1,2 kilometer.

Sebagai gambaran, indeks kualitas udara 0–50 masuk kategori baik, 51-100 sedang, 101-150 tidak sehat bagi kelompok sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, sedangkan 301-500 masuk kategori berbahaya.

Dengan demikian, tingginya konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya menjadi peringatan serius agar masyarakat mengurangi paparan asap

Terlebih, jika aktivitas karhutla masih menghasilkan kabut asap di sejumlah wilayah.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ihsan Sidiq, membenarkan kondisi tersebut.

Hasil pengukuran PM2.5 di Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut pada Sabtu pagi menunjukkan nilai yang sudah masuk kategori berbahaya.

“Iya betul, tadi pagi pengukuran PM2.5 di Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut menunjukkan nilai dalam kategori yang berbahaya,” kata Ihsan, Sabtu (29/8/2026).

Di tengah kondisi tersebut, arah angin menjadi salah satu faktor penting dalam pergerakan asap.

Ihsan menyebutkan, angin di wilayah Palangka Raya diprediksi bertiup dari arah timur hingga barat daya, dengan kecepatan berkisar 5-15 kilometer per jam. Kondisi angin tersebut berpotensi membawa dan menyebarkan asap ke wilayah lain mengikuti arah pergerakannya.

“Angin di wilayah Palangka Raya untuk hari ini diprediksi bertiup dari Timur ke Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5 hingga15 km/jam,” tambahnya.

Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk. Khususnya bagi kelompok rentan seperti masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, anak-anak, ibu hamil serta lanjut usia agar lebih membatasi paparan asap.

“Ketika berada di luar ruangan untuk menggunakan penutup wajah atau masker medis. Melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat, tingkatkan asupan makanan yang bergizi, perbanyak konsumsi air putih dan istirahat yang cukup,” pungkas Ihsan. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *