3
BUMDES Paliat Berkah Desa Paliat, Kecamatan Kelua berinovasi mengembangkan unit usaha yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat. Salah satunya lewat Little Bean Coffee yang kini telah menunjukkan perkembangan positif dengan pendapatan mencapai hingga sepuluh juta rupiah per bulan, untuk kontribusi terhadap pendapatan desa.
Little Bean Coffee merupakan unit usaha BUMDES Paliat Berkah yang mulai beroperasi pada 15 April 2026. Usaha ini berawal dari evaluasi terhadap usaha Alat Tulis Kantor (ATK) yang selama beberapa tahun berjalan dinilai tidak menunjukkan perkembangan. Kondisi ini kemudian mendorong pengelola untuk mencari peluang usaha baru.
Dengan melihat kebiasaan masyarakat yang membutuhkan tempat untuk menikmati minuman dan bersantai, pengelola memilih usaha kedai kopi. Dengan modal awal sekitar 15 juta rupiah dari pemerintah desa, Little Bean Coffee kemudian dikembangkan secara bertahap dari hasil usahanya.
Pengurus Little Bean Coffee, Muhammad Reza Al Fiannor menjelaskan, setelah berjalan empat bulan, Little Bean Coffee terus menunjukkan perkembangan. Omzet per bulannya kini berkisar delapan hingga sepuluh juta rupiah. Usaha ini juga melibatkan dua orang warga asli Desa Paliat sebagai karyawan, yang diberikan pelatihan secara langsung dalam meracik dan menyajikan minuman kopi.
“Untuk keterlibatan ulun, sementara ini ada punya dua karyawan. Karyawan ulun pas benar juga kawan ulun seorang, orang asli Paliat juga. Di situ ulun pekerjaan ulun mereka di sini juga dua orang. Ulun ajarin mereka juga sampai bisa, sampai bisa jualan juga segala macam. (Kalau kontribusi untuk pendapatan desa itu bagaimana?) Untuk pendapatan, pendapatan kan baru buka selama 4 bulan. Pendapatan untuk desa lumayan ada, ada lumayan. Untuk pendapatan per bulannya sekitar 8, 9, 10 juta per bulannya, kotornya,” ujar Muhammad Reza Al Fiannor, Pengurus Little Bean Coffee.
Reza menambahkan, ke depannya, Little Bean Coffee akan memperluas tempat usaha agar mampu menampung lebih banyak pengunjung. Selain itu, pilihan biji kopi juga akan ditambah, dari sebelumnya sekitar 12 jenis menjadi hingga 20 jenis. Sehingga melalui pengembangan ini semakin memperkuat peran BUMDES dalam menggerakkan ekonomi desa.
Dano Nafarin, TV Tabalong Melaporkan.


