PURUK CAHU,KOMPAS – Musim kemarau panjang yang melanda Kalimantan Tengah memicu peningkatan titik api di sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat vegetasi menjadi sangat kering dan rentan terbakar.
Badan terkait memperingatkan, situasi tersebut berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam skala luas jika tidak segera diantisipasi.
Vegetasi Kering, Potensi Karhutla Meningkat
Kekeringan ekstrem akibat kemarau membuat rumput, semak, dan lahan gambut kehilangan kadar air.
Akibatnya vegetasi menjadi sangat mudah terbakar hanya dengan percikan kecil. Jika tidak waspada, api bisa merambat cepat dan menimbulkan kebakaran dalam skala besar.
Kabut Asap Mulai Dirasakan, Pengendara Wajib Ekstra Hati-hati
Selain ancaman api, dampak kabut asap juga mulai dirasakan masyarakat. Jarak pandang berkurang dan kualitas udara menurun.
Menanggapi hal ini, pemerintah mengimbau warga agar tetap waspada saat beraktivitas di luar ruangan.
Khusus bagi pengendara, ada 3 hal wajib yang harus dipatuhi:
1.Gunakan Helm dan Masker:
Untuk melindungi saluran pernapasan dan kepala dari partikel asap.
2.Nyalakan Lampu Motor/S mobil: Kabut asap mengepul dan menghalangi pandangan. Lampu membantu pengendara lain melihat kendaraan Anda.
3.Kurangi Kecepatan:
Jaga jarak aman dan hindari berkendara terlalu cepat saat jarak pandang terbatas.
“Pengendara juga diminta untuk menghidupkan lampu motor guna menghindari kecelakaan lalu lintas,” demikian imbauan resmi dari pemerintah.
Cegah Karhutla Sejak Dini
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Segera laporkan jika melihat asap atau titik api ke petugas terdekat agar dapat ditangani lebih awal.
Dengan kewaspadaan bersama, diharapkan dampak kemarau panjang tidak menimbulkan bencana karhutla dan kabut asap yang lebih parah.(Red)


