Bantuan Fasilitas Penyaringan Udara Humanies Project
PALANGKA RAYA – Bantuan fasilitas penyaringan udara dari Yayasan Huma Inisiatif Indonesia melalui Humanies Project mendapat respons berbeda dari dua sekolah negeri di Kota Palangka Raya. Setelah sebelumnya ditolak Sekolah Khusus (SKH) Negeri 1 Palangka Raya, bantuan untuk program sekolah aman asap justru disambut baik SDN 8 Panarung.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani menegaskan, pihaknya mendukung pemberian bantuan fasilitas penyaringan udara tersebut kepada SDN 8 Panarung. Bahkan ia mengaku telah mengetahui rencana penerimaan bantuan itu sejak Oktober 2026.
“Ketika kepala sekolah menyampaikan bahwa SDN 8 Panarung menerima peralatan untuk penyaringan asap dan mencegah asap masuk ke dalam ruangan, saya sambut baik. Saya persilakan karena menurut kami bantuan tersebut memang bermanfaat,” kata Jayani, Rabu (4/11/2026).
Jayani memastikan, tidak ada keberatan dari pihaknya terhadap bantuan yang diberikan Humanies Project. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat bermanfaat untuk melindungi warga sekolah dari paparan kabut asap. Terutama guru yang tetap harus bekerja di sekolah ketika siswa menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Ia juga menepis adanya persyaratan khusus maupun kepentingan tertentu dalam pemberian bantuan tersebut. “Tidak ada persyaratan khusus yang diminta ataupun tendensi tertentu. Murni kami menerima karena merasa pihak Humanies Project memang ikhlas membantu dan ingin ikut memecahkan masalah yang dihadapi siswa-siswa kita, termasuk para guru,” tegasnya.
Jayani menyatakan, pihaknya akan mendukung apabila bantuan serupa dapat diperluas ke sekolah-sekolah lainnya di Kota Palangka Raya.
Sementara Kepala SDN 8 Panarung Ridwan Sidiq mengatakan, pihaknya menyambut baik inisiatif Humanies Project yang menghubungi sekolah karena merasa prihatin terhadap bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan yang terjadi di daerah ini.
Menurut Ridwan, program sekolah aman asap merupakan pengembangan dari konsep rumah aman asap yang sebelumnya telah ada. Inisiatif tersebut diperluas lagi ke lingkungan pendidikan dengan SDN 8 Panarung sebagai pilot project.
“Bantuan ini sangat dibutuhkan. Meskipun pembelajaran saat ini dilaksanakan secara PJJ, bantuan tersebut dapat diandalkan untuk menjernihkan udara di ruangan apabila kondisi mulai membaik dan masih ada sedikit indikasi asap,” ungkap Ridwan.
Ia menjelaskan, fasilitas tersebut tidak hanya bermanfaat bagi siswa ketika pembelajaran tatap muka (PTM) berlangsung, tapi juga dimanfaatkan guru-guru yang tetap beraktivitas di sekolah selama PJJ. “Fasilitas ini juga dimanfaatkan oleh guru-guru yang berada di sekolah sebagai ruang aman asap. Ini sangat membantu untuk mencari udara segar dan bersih,” lanjutnya.
Ridwan menambahkan, manfaat fasilitas penyaringan udara tersebut juga dirasakan ketika PTM kembali dilaksanakan. Anak-anak merasakan udara yang lebih segar di dalam ruangan sehingga pembelajaran dapat berlangsung lebih maksimal. “Ketika PTM dimulai kemarin, anak-anak merasakan dampak yang baik, yaitu udara yang lebih segar sehingga pembelajaran menjadi lebih maksimal,” akuinya.
Terkait urgensi bantuan, Ridwan menegaskan sekolah menyambut baik segala bentuk dukungan selama ditujukan untuk kebaikan warga sekolah, baik siswa maupun guru.
Sebagai informasi, perbedaan respons pemberian bantuan tersebut juga berkaitan dengan kewenangan pengelolaan masing-masing sekolah. SKH Negeri 1 Palangka Raya berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, sedangkan SDN 8 Panarung berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Palangka Raya. (ifa/ens)
Dilihat 3

