Asap Terperangkap Kabut Makin Pekat

Asap Terperangkap Kabut Makin Pekat

PALANGKA RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Asap justru kian pekat setelah tertahan di udara akibat pola angin yang tidak menentu.

Kondisi itu menjadi perhatian Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin setelah meninjau langsung kawasan Kilometer 17 dan Kilometer 21. Di lokasi tersebut, meski titik api telah berhasil dipadamkan, kepulan asap masih bertahan dan berpotensi kembali memicu kebakaran.

“Di Kilometer 17 tadi kita lihat sendiri. Sebenarnya titik apinya sudah tidak ada, tetapi asapnya masih mengumpul dan tidak bisa ke mana-mana,” kata Fairid, Minggu (20/9/26).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Lahan yang telah terbakar tetap harus dibasahi untuk mencegah bara kembali menyala, terutama pada malam hari.

Karena itu, tim akan kembali melakukan pembasahan di kawasan Kilometer 17. Langkah serupa diperlukan di sejumlah lokasi lain yang masih memiliki potensi munculnya api.

“Kalau malam tidak kita basahi, akan menyala lagi. Maka tim nanti akan ada ke sana malam untuk melakukan pembasahan,” ujarnya.

Persoalan semakin kompleks karena arah angin di Palangka Raya disebut tidak menentu. Fairid mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan BNPB dan BMKG, angin dapat datang dari berbagai arah sehingga asap yang dihasilkan karhutla justru berkumpul di wilayah kota.

“Khususnya malam, anginnya bercampur. Dari utara, dari tenggara masuk semua, akhirnya berkumpul,” katanya.

Kondisi tersebut diperkirakan masih dapat berlangsung hingga November. Namun, perubahan pola angin pada akhir Oktober saat memasuki masa pancaroba diharapkan dapat membantu mengurai kepungan asap.

Di tengah kondisi itu, titik karhutla baru juga masih bermunculan. Fairid menyebut selain kawasan Kilometer 17 dan 21, pihaknya menerima laporan kebakaran di Kameloh.

See also  Perkuat Pendidikan Keagamaan, Disdikbud Tabalong Siapkan Aturan dan Kurikulum Khusus

“Pemko Palangka Raya pun menyiapkan penguatan personel dan peralatan. Malam harinya, pemerintah akan melakukan rapat untuk membagi kekuatan ke Kilometer 17 dan Kameloh, termasuk kemungkinan menggeser dua tim dari unsur Kodam untuk memperkuat penanganan di Kilometer 17,” terangnya.

Kondisi ini membuat kabut asap di Palangka Raya menjadi persoalan yang belum selesai meski sebagian titik api telah berhasil dikendalikan. (ifa/)


Dilihat 6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *