PALANGKA RAYA – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa kembali menemukan satu korban. Tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) menemukan jenazah dalam badan kapal, Minggu (20/9/2026) pukul 14.14 WITA.
Jenazah tersebut ditemukan saat tim SAR mencari di sekitar bangkai KM Virgo Transport 8. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke KN SAR Kamajaya sebelum dievakuasi melalui jalur udara.
Basarnas menggunakan Helikopter HR 3601 untuk mengangkat jenazah dari kapal menuju helikopter. Proses tersebut dilakukan dengan teknik hoisting rescue net untuk memastikan evakuasi berlangsung aman dan terukur.
Kepala Basarnas M Syafii mengatakan, penemuan satu korban tersebut merupakan hasil kerja seluruh personel yang terlibat dalam operasi. Pihaknya memastikan pencarian terhadap korban lain yang masih hilang tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan petugas.
“Penemuan satu korban hari ini merupakan hasil kerja keras seluruh Tim SAR Gabungan. Kami akan terus melakukan pencarian dan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan,” kata Syafii.
Pada Sabtu (19/9/2026), Basarnas memutuskan memperpanjang operasi SAR selama tujuh hari ke depan. Keputusan itu diambil setelah koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk tim salvage yang bekerja di bawah koordinasi pemilik kapal.
Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo mengatakan, operasi memasuki hari ketujuh dan seluruh stakeholder terkait mendukung kelanjutan pencarian. Perpanjangan dilakukan sembari menunggu perkembangan penanganan bangkai kapal.
“Hari ini memasuki hari yang ketujuh. Kami menyatakan bahwa operasi ini akan kami perpanjang menjadi tujuh hari ke depan dan seluruh stakeholder terkait mendukung dan mensupport operasi yang kami laksanakan,” ujarnya dalam konferensi pers secara daring.
Hingga Sabtu (19/9/2026) pukul 22.00 WIB, Basarnas mencatat 118 orang telah ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8. Sebanyak 108 orang selamat, 10 lainnya meninggal dunia. Sementara 125 orang belum ditemukan.
Dengan ditemukannya satu korban pada Minggu, jumlah korban meninggal yang telah ditemukan bertambah menjadi 10 orang. Namun data jumlah korban yang masih dalam pencarian perlu menyesuaikan pencatatan resmi terbaru Basarnas setelah penemuan tersebut.
Sebelumnya, pada Jumat (18/9/2026), tiga korban juga berhasil dievakuasi penyelam TNI AL dari bangkai kapal. Ketiganya ditemukan terjebak dalam ruangan kapal pada kedalaman sekitar 24 meter.
Proses evakuasi tiga korban dilakukan setelah cuaca dan arus bawah laut memungkinkan penyelaman. Satu korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 12.28 WITA, disusul dua korban lainnya sekitar pukul 13.10 WITA.
Ketiga jenazah kemudian dibawa ke KRI Gusti Ngurah Rai (GNR) sebelum dipindahkan ke KN SAR Kamajaya dan dibawa menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Identitas korban belum diumumkan karena proses identifikasi menjadi kewenangan DVI Polri.
Pencarian bawah air turut diperkuat dengan Remotely Operated Vehicle (ROV) yang digunakan tim salvage. Perangkat tersebut membantu melihat kondisi bangkai kapal dari jarak lebih aman sekaligus memberikan data bagi tim penyelam menentukan titik pencarian berikutnya.
Tim salvage juga telah melakukan survei bawah air untuk mengetahui posisi dan kondisi badan kapal. Berdasarkan pemantauan penyelam KRI GNR, bangkai KM Virgo Transport 8 berada di kedalaman sekitar 29 meter dan sejauh ini relatif tidak bergeser.
Selain penyelaman, pencarian tetap dilakukan melalui permukaan dan udara. Unsur TNI AL, Basarnas, kepolisian, KPLP, serta tim udara menyisir sektor yang telah ditetapkan Search Mission Coordinator (SMC), untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus menjauh dari lokasi tenggelam.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (12/9/2026). Kapal menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan sebelum hilang kontak Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.
Basarnas menyebut proses salvage membutuhkan persiapan teknis dan waktu yang tidak singkat. Dua tim salvage yang dikoordinasikan pemilik kapal telah tiba di Banjarmasin pada Sabtu (19/9/2026) dan masih melakukan pembahasan teknis bersama pihak terkait mengenai penanganan bangkai kapal.
Persoalan data penumpang turut menjadi perhatian dalam hari kedelapan operasi SAR KM Virgo Transport 8. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin menemukan 22 korban selamat yang belum tercatat dalam manifes kapal yang diterima dari Surabaya.
Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto mengatakan, manifes awal mencatat 243 orang. Namun, setelah pendataan ulang terhadap korban selamat di Banjarmasin, terdapat 22 orang yang datanya belum ditemukan dalam manifes tersebut.
“Data yang ada, sama data yang di manifes, itu ternyata ada 22 orang tidak ada di data manifes kapal yang ada itu. Jadi kita lagi coba mencocokkan,” kata Heri dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari kedelapan, dilansir dari Antara, Senin (21/9/2026).
Menurut Heri, pencocokan dilakukan untuk memastikan apakah 22 orang tersebut merupakan selisih pencatatan atau terdapat tambahan jumlah orang di luar data manifes. Salah satu kemungkinan yang masih dikonfirmasi adalah perbedaan penulisan identitas, termasuk penggunaan nama panggilan saat pendataan awal dan nama sesuai KTP ketika korban didata di Banjarmasin.
Sementara itu, hingga Minggu (20/9/2026) pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 118 korban telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 10 orang meninggal dunia, sedangkan 125 orang masih dalam pencarian berdasarkan manifes 243 orang.
Berdasarkan data dihimpun, KM Virgo Transport 8 sebelumnya mengangkut 89 unit kendaraan dengan muatan kendaraan campuran atau logistik darat yang dijaga sopir dan kernet. Dari total 243 orang dalam data kapal, tercatat 126 sopir dan kernet, 30 kru, 27 mitra kerja, 59 penumpang dewasa, serta satu anak-anak. (ter/ens)
Dilihat 11


