2
Memasuki masa cuaca panas ekstrem dan musim kemarau, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Warga juga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat dan mencukupi kebutuhan cairan setiap hari.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, Ahmad Baihaki, menjelaskan cuaca kering dan meningkatnya debu selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama di lingkungan yang berdebu.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi akibat suhu yang panas. Dinas Kesehatan menyarankan masyarakat mengonsumsi sekitar dua liter air putih setiap hari agar kondisi tubuh tetap bugar dan daya tahan tubuh terjaga.
Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan. Pasalnya, saat memasuki peralihan musim, risiko penyakit yang ditularkan nyamuk, seperti Demam Berdarah Dengue atau DBD, berpotensi meningkat. Oleh karena itu, pola hidup bersih dan sehat perlu terus diterapkan.
“Di situasi kondisi saat ini, kondisi kita lagi musim kemarau sudah kurang lebih 3 minggu tidak ada hujan, jadi kami harapkan kepada masyarakat tentunya lebih hati-hati, lebih waspada dengan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) baik anak-anak, orang dewasa dan orang tua, harapan kita selalu hati-hati dan dalam kondisi panas yang bisa dikatakan ekstrem ini kita perbanyak minum air putih untuk menjaga kondisi kita, sehingga daya tahan tubuh kita bisa bertahan di situasi seperti sekarang ini,” ujar Ahmad Baihaki, Kepala Dinkes Tabalong.
Meski hingga saat ini kasus ISPA di Kabupaten Tabalong masih dalam kategori aman, Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Dengan memakai masker saat diperlukan, mencukupi kebutuhan air putih, dan membiasakan pola hidup sehat, risiko gangguan kesehatan selama musim kemarau diharapkan dapat ditekan.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong melaporkan.


