28 Guru dari 14 SD Binaan Ikuti Pelatihan Robotika SIGMA, Perkuat Literasi STEAM

28 Guru dari 14 SD Binaan Ikuti Pelatihan Robotika SIGMA, Perkuat Literasi STEAM

Melalui program Robotika SIGMA yang diluncurkan YABN dan PT Adaro Indonesia, 28 guru dari 14 SD binaan mengikuti pelatihan langsung dari Persatuan Robotika Seluruh Indonesia atau PRSI. Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat literasi STEAM dan menyiapkan guru menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi bagi siswa Sekolah Dasar.

Sebanyak 28 guru dari 14 Sekolah Dasar mengikuti pelatihan robotika yang dilaksanakan selama lima hari, mulai 20 hingga 24 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Robotika SIGMA hasil kolaborasi YABN, PT Adaro Indonesia, dan Persatuan Robotika Seluruh Indonesia atau PRSI.

Selama pelatihan, para guru dibekali materi dasar robotika berdasarkan modul yang disesuaikan dengan kurikulum. Program ini dirancang untuk memperkuat literasi STEAM, yaitu Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan Matematika, sekaligus menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan berinovasi pada siswa.

Sebagai dukungan terhadap pembelajaran, PT Adaro Indonesia melalui YABN juga menyerahkan tiga set perangkat robotika beserta modul pembelajaran untuk masing-masing sekolah penerima manfaat. Program ini tidak berhenti pada pelatihan, karena akan dilanjutkan dengan pendampingan selama satu tahun ajaran, monitoring dan evaluasi, serta festival robotika.

“Dalam pembelajaran robotik ini kita sudah mengadopsi konsep yang namanya STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), jadi bagaimana anak-anak itu dilatih untuk critical thinking, computational thinking, problem solving juga, tadi kalau Bapak-bapak lihat itu kelihatannya kayak cuma mobil-mobilan, jadi berawalnya dari situ, jadi di Cina mereka sudah mengimplementasikan ke dalam kurikulum sekolah, jadi dalam jangka waktu 8 tahun mereka sudah jadi raksasa teknologi dunia, sudah sangat sulit dikejar negara lain,” ujar Riksa Rifqi Fuadi, Kepala Departemen Kemitraan dan Kerja Sama PRSI.

See also  Pemkab Tabalong Siapkan Beasiswa Non-akademik untuk Siswa O2SN Berprestasi di Tingkat Provinsi Kalsel

Salah satu peserta, Kepala SDN 2 Hikun, Muhammad Munawar Aulia Hamdi, menyambut baik pelatihan ini. Menurutnya, para guru siap menerapkan ilmu yang diperoleh kepada siswa agar mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan motorik, serta pemahaman terhadap perkembangan teknologi.

“Ini untuk yang pertama kali di Tabalong pembelajaran tentang robotika, kami sangat antusias, guru-guru nanti akan mengaplikasikan robotik kepada anak-anak, yang mana harapan kami sangat besar untuk mengembangkan motorik anak dan perkembangan terhadap teknologi, apalagi kita sesuai dengan semboyan di Tabalong, yaitu smart, kita tidak hanya berjalan namun kita harapkan Tabalong bisa berlari lebih cepat,” kata M. Munawar Aulia Hamdi, Kepala SDN 2 Hikun.

Melalui pelatihan ini, diharapkan guru memiliki kompetensi dalam mengajarkan robotika di sekolah. Sehingga mampu melahirkan generasi Tabalong yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing di era teknologi, sekaligus mendukung terwujudnya visi Tabalong Smart.

Muhammad Ariadi, TV Tabalong melaporkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *