Permintaan Maaf dan Klarifikasi Penyelenggara, Panitia Noistfest Akui Salah, Sebut Aksi di Panggung Hanya Gimmick

Permintaan Maaf dan Klarifikasi Penyelenggara, Panitia Noistfest Akui Salah, Sebut Aksi di Panggung Hanya Gimmick

PALANGKA RAYA – Upaya meminta maaf dan membuka ruang mediasi belum menghentikan langkah hukum Natasya (19). Vokalis R.A.S.Y.A itu tetap melaporkan kejadian di atas panggung saat acara amal Noistfest Gigs Vol.1 “Chaoshutla” ke Ditreskrimum Polda Kalteng, Selasa (22/9/2026).

Sehari sebelumnya, Hendra selaku pihak penyelenggara mengatakan benda yang terlihat dalam video viral tersebut bukan celana dalam seperti yang disebut pihak korban, melainkan CD merchandise milik band Punk Headquarter bertuliskan “Thanks For Coming Headquarter”.

Menurutnya, benda itu digunakan dalam aksi spontan untuk mencairkan suasana ketika R.A.S.Y.A tampil.

“Event itu sebenarnya kami bikin event amal, cuma konsumennya hanya orang-orang gigs sebenarnya. Tetapi itu kesalahan kami juga saat registrasi karena sebelumnya tidak menyaring band mana saja yang bisa tampil pada malam itu,” ujar Hendra.

Dia mengatakan Noistfest selama ini identik dengan musik punk, hardcore dan metal. Sementara R.A.S.Y.A yang tampil dalam acara tersebut disebut memiliki aliran berbeda sehingga suasana penonton ketika pertunjukan berlangsung tidak seperti biasanya.

“Saat band tersebut tampil mereka boring, yang biasanya jingkrak-jingkrak tetapi jadi sunyi semuanya diam. Jadi Ain Koto gimmick untuk meramaikan suasana kembali dengan bercanda memegang CD itu,” ungkapnya.

Meski menyebutnya sebagai gimmick, Hendra mengakui tindakan tersebut merupakan kesalahan. Dia mengatakan benda tersebut sempat diletakkan di stand lirik vokalis sebelum dirinya meminta seorang panitia bernama untuk mengambilnya. Setelah diambil, CD tersebut kemudian dilempar kembali ke arah penonton.

“Nah CD itu ditaruh di stand lirik vokal, saat itu tidak ada kontak fisik dengan si vokal cewek dan penonton pada ketawa. Tetapi memang itu salah sebenarnya, makanya aku suruh teman kami Guna untuk mengambil CD itu,” jelas Hendra.

See also  Pemkab Mura Gelar Sertijab Sejumlah Camat dan Kabag

Pihak penyelenggara, sebelumnya juga telah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Panitia mengaku telah berupaya menemui pihak R.A.S.Y.A untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung sekaligus membuka ruang mediasi.

Namun, upaya penyelesaian secara internal tersebut tidak menghentikan langkah hukum yang ditempuh Natasya. Korban bersama kuasa hukumnya resmi melaporkan dugaan pelecehan seksual non-verbal tersebut ke Ditreskrimum Polda Kalteng, Selasa (22/9/2026).

Kini, terdapat dua versi mengenai benda dan aksi yang terjadi di atas panggung pada konser amal tersebut.

Pihak korban menyatakan dirinya dipermalukan dengan tindakan tidak senonoh tanpa pemberitahuan sebelumnya, sementara penyelenggara menyebut benda tersebut merupakan merchandise dan aksi dilakukan sebagai gimmick.

Penanganan laporan kepolisian selanjutnya akan menguji keterangan para pihak serta bukti yang berkaitan dengan kejadian tersebut. (ter)


Dilihat 27

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *