Perekam Suara Kokpit Helikopter Mi-17 TNI AD Ditemukan Minggu Pagi
KUALA PEMBUANG – Suasana haru menyelimuti Bandar Udara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, saat jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo, korban kecelakaan helikopter Mi-17 milik TNI Angkatan Darat (TNI AD), diberangkatkan menuju kampung halamannya, Sabtu (7/11/2026). Pengantaran jenazah tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada prajurit yang gugur saat menjalankan tugas negara.
Upacara pengantaran jenazah dipimpin Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin. Prosesi yang dimulai pukul 06.47 WIB itu dihadiri sejumlah pejabat daerah dan TNI, Polri sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum.
Turut hadir Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, serta Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI Asep Dedi Darmadi.
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda bersama forkopimda dan pejabat lainnya juga mengikuti prosesi tersebut. Kehadiran para pejabat menjadi bentuk penghormatan sekaligus dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Sertu Heri Prasetyo. Kepergian almarhum menjadi kehilangan bagi keluarga besar TNI AD. Terlebih pengorbanannya terjadi saat menjalankan tugas negara dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalteng.
Di tengah suasana duka, Pangdam XXII/TB Mayjen TNI Zainul Arifin secara langsung menyempatkan diri berbincang dengan orang tua almarhum. Zainul memberikan perhatian dan dukungan moril kepada keluarga agar tetap kuat dan tabah menghadapi kepergian putra tercinta yang gugur ketika menjalankan tugas negara.
Sertu Heri merupakan satu dari tiga personel yang meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter Mi-17V5 nomor registrasi HA-5235 di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Rabu (4/11/2026). Helikopter tersebut mengalami kecelakaan saat menjalankan misi waterbombing dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di sekitar Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Setelah melalui pencarian intensif selama beberapa hari, jenazah Sertu Heri berhasil ditemukan Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Dengan ditemukannya korban terakhir tersebut, seluruh delapan personel yang berada dalam helikopter yang mengalami kecelakaan telah ditemukan, dengan rincian lima orang selamat dan tiga meninggal dunia.
Prosesi pengantaran jenazah di Bandara Kuala Pembuang sekaligus menjadi penghormatan terakhir bagi Sertu Heri sebelum diberangkatkan untuk diserahkan kepada keluarga. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, namun pengabdian almarhum dalam menjalankan tugas negara menjadi bagian dari penghormatan yang diberikan kepada prajurit TNI AD tersebut.
Sementara itu, tim gabungan berhasil menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) atau perangkat perekam suara kokpit helikopter Mi-17 di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Minggu (8/11/2026). Perangkat tersebut ditemukan sekitar pukul 07.05 WIB setelah operasi pencarian dimulai sejak pukul 05.00 WIB.
CVR selanjutnya diserahkan ke Tim Investigasi Puspenerbad untuk proses penyelidikan, khususnya dalam mengungkap informasi dan kondisi di dalam kokpit sebelum helikopter mengalami kecelakaan.
“Pada pukul 07.05 WIB berhasil menemukan Cockpit Voice Recorder. Keberhasilan ini adalah buah dari perjuangan dan kerja keras tim gabungan. Kami menemukan dan membawa pulang Cockpit Voice Recorder. Meskipun arus laut cukup kuat, kondisi air keruh, berlumpur, dan jarak pandang yang sangat terbatas, tim tetap pantang menyerah dan bekerja dengan penuh kehati-hatian demi menemukan perangkat penting tersebut,” jelas Kasi Ops Korem 102/Pjg Kolonel Inf Abdul Jamal Husin. (ter/yad/ens)
Dilihat 34

