Palangka Raya Tertinggi, Dinkes Siapkan 11 Layanan Oksigen
PALANGKA RAYA — Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menunjukkan tren mengkhawatirkan. Hingga minggu ketiga Agustus 2026 atau minggu ke-33, Dinas Kesehatan Kalteng mencatat 72.431 kasus ISPA di seluruh wilayah provinsi tersebut.
Jumlah kasus diperkirakan masih berpotensi bertambah seiring kondisi cuaca yang tidak sehat dan ancaman paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi saat ini.
Berdasarkan Indeks Kualitas Udara (AQI) pada Selasa (25/8/2026) pukul 07.51 WIB, kualitas udara di Kota Palangka Raya tercatat 128 AQI (US) atau berada dalam kategori tidak sehat.
Palangka Raya menjadi daerah dengan kasus ISPA tertinggi di Kalteng dengan 16.166 kasus. Disusul Kotawaringin Barat 12.467 kasus. Sementara Sukamara mencatat kasus ISPA paling rendah, yakni 557 kasus.
Plh Kabid P2P Dinkes Kalteng Yaesarwawan mengatakan, musim kemarau dan kabut asap menjadi salah satu pemicu meningkatnya risiko gangguan kesehatan masyarakat. “Musim kemarau dan kabut asap akibat karhutla saat ini menjadi salah satu pemicu meningkatnya risiko gangguan kesehatan masyarakat. Terutama ISPA. Selain ISPA, masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit lain seperti DBD dan diare,” kata Wawan, Selasa (25/8/2026).
Menurut dia, kelompok masyarakat tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami dampak kesehatan akibat kemarau maupun paparan asap. “Kelompok yang paling berisiko adalah balita, lanjut usia, ibu hamil, penderita asma dan PPOK, serta masyarakat yang memiliki penyakit jantung dan hipertensi. Paparan debu dan asap dapat memperburuk kondisi mereka,” jelasnya.
Balita usia 0 sampai 5 tahun berisiko mengalami ISPA hingga pneumonia. Sementara lanjut usia di atas 60 tahun, khususnya yang memiliki penyakit penyerta seperti asma, jantung dan PPOK, dapat mengalami sesak napas, kekambuhan penyakit hingga serangan jantung.
Ibu hamil juga masuk kelompok rentan. Paparan asap dapat mengganggu suplai oksigen kepada janin dan meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), keguguran maupun anemia.
Adapun penderita asma dan PPOK memiliki saluran pernapasan yang sensitif terhadap debu dan asap sehingga berisiko mengalami kekambuhan dan membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Sementara penderita penyakit jantung dan hipertensi juga perlu meningkatkan kewaspadaan karena paparan asap dapat meningkatkan beban kerja jantung dan memicu risiko stroke maupun serangan jantung.
Meski angka ISPA telah mencapai puluhan ribu kasus, hingga saat ini tidak terdapat kasus kematian yang dipastikan akibat dampak kemarau maupun karhutla.
Wawan menegaskan, kondisi tersebut tetap harus diantisipasi karena kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Terutama bagi kelompok rentan. “Dengan kondisi cuaca dan kualitas udara yang tidak sehat, kasus ISPA masih berpotensi bertambah,” tegas Wawan.
Mengantisipasi meningkatnya gangguan pernapasan, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyiapkan 11 ruang pelayanan oksigen yang tersebar di lima kecamatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, fasilitas tersebut disiapkan agar masyarakat yang mengalami sesak napas maupun membutuhkan bantuan oksigen dapat segera memperoleh pelayanan di fasilitas kesehatan terdekat. “Pemerintah kota melalui Dinas Kesehatan menyiapkan 11 tempat ruang pelayanan oksigen yang tersebar di lima kecamatan,” kata Riduan, Jumat (21/8/2026) lalu.
Dengan kasus ISPA yang telah menembus 72.431 kasus, kondisi ini menjadi alarm bagi masyarakat Kalteng. Terlebih kualitas udara di Palangka Raya telah masuk kategori tidak sehat.
Ancaman kemarau dan karhutla kini bukan lagi sebatas persoalan lingkungan. Lonjakan kasus ISPA menunjukkan dampaknya telah masuk langsung ke sektor kesehatan masyarakat. (ifa/ens)
11 Puskesmas Pelayanan Oksigen:
- Puskesmas Tangkiling
- Puskesmas Rakumpit
- Puskesmas Jekan Raya
- Puskesmas Bukit Hindu
- Puskesmas Menteng
- Puskesmas Marina Permai
- Puskesmas Kereng Bangkirai
- Puskesmas Kalampangan
- Puskesmas Panarung
- Puskesmas Pahandut
- Puskesmas Kayon
Jumlah Kasus Ispa se-Kalteng 2026 :
1. Barito Selatan : 5.296 kasus
2. Barito Timur : 5.209 kasus
3. Barito Utara : 4.973 kasus
4. Gunung Mas : 2.247 kasus
5. Kapuas : 7.910 kasus
6. Katingan : 1.679 kasus
7. Kotawaringin Barat : 12.467 kasus
8. Kotawaringin Timur : 7.982 kasus
9. Lamandau : 2.164 kasus
10. Murung Raya : 3.433 kasus
11. Pulang Pisau : 1.071 kasus
12. Seruyan : 1.277 kasus
13. Sukamara : 557 kasus
14. Palangka Raya : 16.166 kasus.
Dilihat 241


