Agustiar Minta Gubernur Kalbar Lihat Data Karhutla

Agustiar Minta Gubernur Kalbar Lihat Data Karhutla

Terkait Kebakaran yang Berdampak pada Penyebaran Asap di Kalimantan

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menanggapi pernyataan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan yang menyebut kabut asap di wilayah selatan Kalbar turut dipengaruhi limpahan asap dari Kalimantan Tengah.

Agustiar meminta persoalan tersebut dilihat berdasarkan data luasan kebakaran di masing-masing provinsi. Menurut dia, arah pergerakan asap sangat bergantung pada kondisi angin yang terjadi di lapangan.

“Kalau angin barat ke barat, bila angin timur ke timur ya,” katanya usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kalteng, Selasa malam (29/9/2026).

Gubernur pun membandingkan data luasan lahan terbakar antara Kalteng dan Kalbar. Agustiar menyebut berdasarkan data yang disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni beberapa waktu lalu, luas kebakaran di Kalteng sekitar 15 ribu hektare. Sementara berdasarkan data BPBD Kalteng, luasan lahan terbakar berada di angka lebih dari 14 ribu hektare.

“Coba lihat data. Data kebakaran kita itu sampai sekarang bukan bangga lah. Kurang lebih 15 ribu hektare. Ini data menurut Menteri Kehutanan. Menurut BPDB kita, di angka 14 ribu lebih saja,” ujarnya.

Agustiar juga menyebut luasan karhutla di Kalbar berdasarkan data yang diketahuinya mencapai 40-50 ribu hektare. Karena itu, ia menilai perbandingan data tersebut perlu menjadi bagian dalam melihat sumber asap yang menyelimuti wilayah Kalbar. “Kalau Kalbar, di angka 40 sampai 50 ribu hektare lebih. Banyak di sana dari pada kita. Itu logikanya gitu,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalbar Ria Norsan saat meninjau karhutla di Bukit Peramas, Kabupaten Kayong Utara, Senin (21/9/2026), mengatakan kondisi asap di wilayah tersebut turut dipengaruhi pergerakan angin regional. Norsan menyebut asap dari wilayah Kalteng dapat bergerak menuju Ketapang dan Kayong Utara sebelum mengarah ke wilayah lain di Kalbar.

See also  Baru 22 ASN Ajukan Pindah Domisili, Ratusan Lainnya Masih Ber-KTP Luar Tabalong

“Kalau kita lihat, ada faktor pergerakan angin regional yang membawa asap dari wilayah lain. Pola angin dapat bergerak dari arah Kalimantan Tengah menuju wilayah Ketapang dan Kayong Utara,” kata Norsan saat itu.

Kondisi karhutla di kedua provinsi memang menjadi perhatian pemerintah pusat. Kementerian Kehutanan pada 14 September 2026 melaporkan Kalbar dan Kalteng termasuk wilayah yang terus diperkuat pengendalian karhutla. Pada 22 September 2026, Kalteng tercatat memiliki 643 hotspot high confidence berdasarkan data SiPongi, meski hotspot tidak secara otomatis menunjukkan luas lahan terbakar maupun asal asap di suatu lokasi. (sep/ens)


Dilihat 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *