Ria Ricis Sambangi Anak Penderita ISPA di Tengah Kabut Asap Palangka Raya

Ria Ricis Sambangi Anak Penderita ISPA di Tengah Kabut Asap Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali menyelimuti Kota Palangka Raya menjadi perhatian berbagai pihak. Di tengah kondisi tersebut, kepedulian terhadap masyarakat terdampak terus berdatangan, salah satunya melalui aksi kemanusiaan yang dilakukan ASAR Humanity bersama figur publik Ria Ricis.

Ria Ricis menyambangi RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, Kamis (5/11/2026). Kedatangannya tidak sekadar untuk menghadiri penyaluran bantuan kemanusiaan, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada anak-anak yang tengah menjalani perawatan akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Bersama rombongan ASAR Humanity, Ria Ricis menyempatkan diri mengunjungi pasien anak. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan semangat kepada anak-anak maupun keluarga yang sedang mendampingi proses pengobatan.

Dalam kesempatan tersebut, ASAR Humanity juga menyalurkan bantuan berupa medical kit kepada RSUD dr. Doris Sylvanus. Bantuan diterima langsung Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus, dr. Ferry Irawan, MPH, bersama jajaran manajemen rumah sakit.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian ASAR Humanity dan Ria Ricis kepada masyarakat terdampak karhutla,” ujar Ferry Irawan.

Dia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pasien yang terdampak kabut asap.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tambahnya.

Ria Ricis menyebutkan kondisi kabut asap yang kembali terjadi di Palangka Raya menjadi keprihatinan tersendiri. Dia berharap masyarakat yang terdampak dapat segera pulih dan kondisi lingkungan kembali membaik seperti sediakala.

“Harapannya semua agar cepat pulih kembali, udara kembali cerah,” ujarnya.

Dia mengaku dapat melihat langsung kondisi udara Palangka Raya yang kembali diselimuti kabut asap. Bahkan, langit kota tampak menguning akibat pekatnya asap.

See also  Heriyus: Pembinaan Fungsionaris GKE Perkuat Kualitas Pelayanan

“Karena hari ini tanggal 5 November 2026, kita lihat sendiri Palangka Raya kembali menguning dan berkabut asap lagi,” ungkapnya.

Menurut Ria Ricis, beberapa waktu sebelumnya hujan sempat membuat kabut asap berangsur menghilang. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama.

“Waktu kemarin sempat asap hilang akibat hujan,” tuturnya.

Sayangnya, dalam dua hari terakhir hujan tidak kembali turun sehingga kabut asap kembali menyelimuti Palangka Raya.

“Namun, dua hari ini tidak hujan jadi berkabut lagi,” katanya.

Dia pun berharap bencana karhutla di Kalimantan Tengah dapat segera ditangani sehingga masyarakat tidak terus-menerus menghadapi dampak buruk asap terhadap kesehatan.

“Ya, semoga karhutla ini cepat selesai dan berlalu,” harapnya.

Kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah bencana kabut asap, kelompok rentan seperti anak-anak membutuhkan perhatian lebih. Tidak hanya melalui penanganan medis, tetapi juga dukungan dan kepedulian berbagai pihak agar mereka dapat kembali sehat dan beraktivitas seperti biasa.(sep)

Dilihat 15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *