3
Kabupaten Tabalong tahun ini mendapat kuota sertifikasi sebanyak 794 bidang tanah sebagai bagian dari program nasional sertifikasi tiga juta rumah. Melalui program sertifikasi gratis ini, pemerintah berupaya memberikan kepastian hukum kepemilikan tanah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kantor Pertanahan Kabupaten Tabalong mempercepat pelaksanaan program sertifikasi tanah gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dari target 794 bidang tanah pada tahun 2026, sebanyak 410 bidang telah memasuki tahap penerbitan Peta Bidang Tanah atau PBT. Sedangkan 384 bidang lainnya akan segera dilakukan pengukuran di lapangan.
Sebelum tahap pengukuran, petugas BPN bersama pemerintah desa telah melaksanakan identifikasi dan inventarisasi data calon penerima berdasarkan data dari Kementerian ATR/BPN. Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan program berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tabalong, Edi Sukoco, menjelaskan, program ini diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai kriteria dalam Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Nomor 5 Tahun 2025. Pihaknya juga menargetkan sebagian sertifikat dapat diserahkan pada Agustus mendatang.
“Dari 794 bidang tanah itu, kami menempatkan targetnya itu di program strategis yang PTSL tadi, bidang tanah lengkap tadi, sebanyak 410 bidang tanah. Dan sisanya, kami menggunakan program Lintas Sektor. Nanti program Lintas Sektor itu akan kami kerjakan secepatnya, karena pada tanggal 10 Agustus nanti, kami akan menyerahkan untuk yang pertama kali, yang akan diserahkan juga oleh Bapak Menteri, Bapak Nusron Wahid di Kabupaten Mojokerto,” ujar Edi Sukoco, Kepala Kantor Pertanahan Tabalong.
Kantor Pertanahan Tabalong berharap seluruh tahapan pengukuran dan penerbitan sertifikat dapat selesai sesuai jadwal. Masyarakat yang memenuhi kriteria juga diimbau aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa dan petugas BPN agar dapat memanfaatkan program sertifikasi gratis ini untuk mendapatkan kepastian hukum atas kepemilikan tanah.
Dano Nafarin, TV Tabalong melaporkan.


