1
PT Saptaindra Sejati Site Admo menyebut lebih dari 80 persen dari sekitar enam ribu karyawannya merupakan putra daerah. Meski demikian, perusahaan menilai tantangan terbesar bukan pada proses rekrutmen, melainkan membangun kedisiplinan dan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja di industri pertambangan yang berisiko tinggi.
Hal tersebut disampaikan Chief Operation Admo PT Saptaindra Sejati, Agus Harsanto, saat pelepasan peserta Operator Preparation Program atau OPP di Balai Rakyat Haji Dandung Suchrowardi pada 14 Juli 2026. Agus mengatakan, perusahaan memiliki kebijakan untuk memberikan kesempatan yang lebih besar kepada tenaga kerja lokal. Namun, seiring meningkatnya jumlah pekerja dari daerah, perusahaan juga menghadapi tantangan dalam membangun budaya kerja yang disiplin, terutama bagi karyawan yang tinggal di rumah dan tidak menempati mes perusahaan.
Untuk mengatasi hal tersebut, PT Saptaindra Sejati menjalankan program Family Education. Melalui program ini, orang tua peserta OPP dilibatkan untuk membantu mengawasi pola istirahat dan kesiapan anak-anak mereka sebelum bekerja. Program tersebut telah berjalan selama satu tahun dengan pertemuan rutin dua kali dalam seminggu.
Selain itu, Agus menegaskan bahwa perubahan pola pikir dan kedisiplinan menjadi bekal utama bagi setiap calon operator. Menurutnya, industri pertambangan memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga seluruh pekerja wajib mematuhi standar keselamatan dan prosedur kerja tanpa pengecualian.
“Jadi adik-adik sekalian dari saat ini masuk di industri tambang. Kebiasaan-kebiasaan kita yang bukan perusahaan industri mulai ditinggalkan. Berubah menjadi orang-orang yang siap untuk bekerja di dunia industri tambang, Industri tambang itu penuh dengan resiko. Nomor dua setelah apa namanya minyak ya Jadi setelah migas nomor dua sehingga sangat ketat sehingga mereka-mereka memang harus mendisipinkan,” ujar Agus Harsanto, Chief Operation Admo PT Saptaindra Sejati.
Sebagai bagian dari pembentukan tenaga kerja yang siap pakai, seluruh peserta OPP wajib melewati sepuluh tahapan pelatihan, mulai dari pembinaan mental dan fisik, pelatihan di kelas, simulator, hingga pendampingan langsung di lapangan sebelum dinyatakan lulus. Program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang berjalan sejak 2024 tersebut telah meluluskan lebih dari 30 peserta pada angkatan pertama.
Muhamad Khairillh, TV Tabalong melaporkan.


