2
Untuk mempercepat penanganan anak stunting, Pemerintah Kabupaten Tabalong menggandeng dunia usaha sebagai orang tua asuh. Intervensi yang dilakukan berupa pemberian makanan tambahan atau PMT lokal, pemberian susu tinggi protein hingga vitamin-vitamin sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Berdasarkan data, sebanyak 1.148 anak di Tabalong berstatus sebagai anak stunting. Dengan rincian anak dengan status pendek sebanyak 894 orang dan anak status sangat pendek sebanyak 254 orang.
Untuk mempercepat penanganan stunting tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabalong mengajak agar para perusahaan swasta dari sektor pertambangan, perminyakan, perhotelan, hingga perbankan untuk bersama-sama berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Salah satunya yakni untuk menjadi orang tua asuh anak stunting.
Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Tabalong, Syam’ani menjelaskan peran orang tua asuh anak stunting menyasar anak dengan status sangat pendek sebanyak 254 orang anak. Intervensi dilakukan dengan pemberian makanan tambahan pangan lokal serta pemberian susu tinggi protein atau sesuai kebutuhan anak sasaran dalam kurun waktu selama 56 hari. Hal ini jelaskannya pada kegiatan sosialisasi gerakan orang tua asuh anak stunting di Rumah Jabatan Bupati Tabalong, pada 3 Juli 2026.
“Fokus kita untuk intervensi stunting melalui gerakan orang tua asuh ini adalah pada anak dengan status sangat pendek, kemudian intervensi yang kita berikan nanti bentuk nya pemberian makanan tambahan local dan susu dengan protein tinggi, bahkan pada kasus-kasus tertentu nanti sesuai dengan rekomendasi dari kawan-kawan ahli gizi di dinas kesehatan dan puskesmas itu akan diberikan vitamin-vitamin,” kata Syam’ani, Kepala Dinsos P3AP2KB Tabalong.
Melalui sosialisasi orang tua asuh anak stunting ini disampaikan pola pembagian anak asuh. Perangkat daerah masing-masing menangani 5 sampai 10 anak stunting, pemerintah kecamatan menangani 2 anak stunting dan dunia usaha atau CSR menangani 3 sampai 6 anak stunting. Dan dalam penanganan tersebut diperkirakan total kebutuhan anggaran per anak sebesar 2.124.000 rupiah.
Nova Arianti, TV Tabalong melaporkan.


