1
Meski didominasi anak-anak berusia di bawah tujuh tahun, para peserta lomba ceramah agama FASI ke-14 Tabalong mampu tampil penuh keberanian dan percaya diri di hadapan penonton. Dewan hakim mengapresiasi kemampuan anak-anak mengendalikan rasa gugup. Pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan dinilai penting untuk terus mengembangkan potensi mereka.
Sebanyak 22 peserta mengikuti cabang lomba ceramah agama pada FASI ke-16 tingkat Kabupaten Tabalong, Rabu 19 Agustus 2026. Satu per satu, anak-anak naik ke panggung utama FASI di Pendopo Bersinar Pembataan. Dengan penuh percaya diri, mereka menyampaikan ceramah agama di hadapan dewan hakim dan penonton.
Meski masih berusia dini, para peserta berusaha menyampaikan materi ceramah dengan baik. Keberanian untuk tampil di depan umum ini menjadi salah satu hal yang mendapat apresiasi dari dewan hakim.
Penilaian lomba tidak hanya melihat keberanian peserta. Dewan hakim juga menilai isi materi, retorika bahasa, penyertaan dalil yang sesuai dengan materi, serta kepercayaan diri saat menyampaikan ceramah.
“Ini sebuah prestasi yang luar biasa bagi anak anak ini sudah berani tampil, luar biasa itu. Jadi mereka bisa memanage hatinya tu supaya tidak gugup, tidak nerveous dan sebagainya itu sudah merupakan prestasi yang luar biasa artinya tidak semua orang bisa tampil didepan orang nah ini anak anak yang berusia dibawah 7 tahun itu mereka sudah berani tampi di depan orang jadi kami mengapresiasi sebesar besarnya sangat luar biasa,” ujar Erfan Al Banjari, Dewan Hakim Lomba Ceramah Agama.
Keberanian anak-anak untuk tampil di depan umum dinilai menjadi modal penting dalam perkembangan mereka. Bukan hanya untuk berlomba, tetapi juga untuk membentuk kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan gagasan sejak dini.
Erfan menyebut, kemampuan tersebut tidak terlepas dari peran para ustadz dan ustadzah. Pendampingan dan pembinaan yang dilakukan secara terus-menerus membantu anak membangun kepercayaan diri dan mengasah kemampuannya.
Maria Ulfah, TV Tabalong, melaporkan.


