Diduga Menggunakan Instalasi Serabutan dan Tak Memenuhi Standar
PALANGKA RAYA – Cafe Amber Island di Jalan Kerinci, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya terbakar, Jumat (2/10/2026) dini hari. Kebakaran yang dilaporkan warga melalui Call Center 112 sekitar pukul 04.06 WIB itu menghanguskan sebagian besar dalam bangunan kafe tersebut. Sumber api diduga kuat dari instalasi listrik Air Conditioner (AC) di ruang VVIP yang sedang ada tamu.
Kondisi api cukup besar saat petugas tiba di lokasi. Namun penanganan cepat membuat kobaran api dapat segera dikendalikan sehingga tidak merembet lebih luas.
“Api lumayan besar, namun untung saja dapat segera diatasi. Sekitar 80 persen terbakar, khususnya bagian dalam, interior dan atap,” kata Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kota Palangka Raya Alfrianto.
Kafe tersebut merupakan bangunan beton. Meski demikian, kobaran api menyebabkan kerusakan cukup parah terutama pada bagian interior dan atap bangunan.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan pengecekan dan pemadaman. Setelah api berhasil dipadamkan, proses dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang kembali menyala.
Penanganan kebakaran melibatkan TNI, Polri, BPBD Kalteng, Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng serta Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). Api berhasil ditangani hingga sekitar pukul 05.00 WIB.
Berdasarkan laporan awal, penyebab kebakaran masih diduga akibat korsleting listrik. Sementara itu, kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir Rp 500 juta. Nilai kerugian tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah pendataan lebih lanjut.
Alfrianto menambahkan, tim akan melakukan investigasi untuk mengetahui lebih lanjut kondisi dan penyebab kebakaran. “Rencananya tim akan melakukan investigasi pukul 08.00 WIB,” pungkasnya.
Informasi yang dihimpun, kebakaran tersebut terjadi di Cafe Amber Island yang beroperasi 24 jam dan ada sejumlah tamu di lokasi saat kejadian. Sebagian tamu berada di halaman. Sementara yang lainnya di ruang VVIP yang dilengkapi peredam suara, AC dan sejumlah perangkat elektronik yang masih dalam kondisi aktif.
Sebelum api terlihat, beberapa tamu sempat mencium bau asap masuk ke ruang VVIP. Namun kondisi tersebut awalnya diabaikan karena saat itu Palangka Raya juga sedang dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Sekitar 10 menit kemudian, asap kembali muncul dengan kondisi semakin tebal hingga disusul percikan api.
Api diduga muncul dari instalasi Air Conditioner (AC) di ruang VVIP. Para tamu dan karyawan berupaya menyelamatkan diri, sementara yang lainnya sempat mencoba memadamkan api menggunakan air. Namun upaya tersebut tidak mampu mengendalikan kobaran yang dengan cepat membesar dan melalap bagian dalam bangunan.
Dari pemeriksaan awal lokasi, area yang mengalami kerusakan terparah di ruang VVIP. Tim investigasi menemukan instalasi listrik menggunakan kabel serabut serta sejumlah pemasangan kabel yang dimodifikasi dan diduga tidak memenuhi standar bangunan.
Wahyu (27), pemilik kafe mengatakan, sebelum kejadian sempat terjadi gangguan listrik hingga mati lampu tiba-tiba dan kondisi arus yang naik turun sejak kafe mulai beroperasi. Menurutnya, kondisi tersebut sebelumnya telah dilaporkan ke PLN dan kabel SR kemudian dipindahkan ke simpang Jalan Kerinci. “Setelah dipindahkan, tidak ada lagi permasalahan meteran yang down,” ungkapnya. (ter/ens)
Dilihat 19


