2
Selain mengarahkan BPBD dan DLH Tabalong untuk meningkatkan intensitas penyiraman, Wakil Bupati Tabalong Muhammad Taufani Alkaff meminta masyarakat untuk bersama menjaga lahan gambut untuk mencegah terjadinya kebakaran. Hal ini menyusul ditetapkannya Kalimantan Selatan sebagai salah satu wilayah dengan risiko kuat terdampak kemarau El Nino oleh BMKG.
Ajakan ini disampaikan Wakil Bupati Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaff pada 1 Agustus 2026, di Aula Dandung Suchrowardi Pembataan. Ajakan ini menurutnya langkah antisipasi yang perlu dilakukan sejak dini, untuk menekan risiko terjadinya kebakaran lahan gambut saat musim kemarau panjang.
Tabalong sendiri memiliki sekitar 18 ribu hektar lahan gambut dengan ketebalan rata-rata 2 meter, yang tersebar di wilayah selatan. Kawasan ini menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapatkan pengawasan lebih intensif karena rentan mengalami kebakaran saat El Nino.
Untuk mendukung upaya tersebut, Wabup mengarahkan BPBD Tabalong, Damkar Tabalong, serta relawan Unit Pelayanan Bantuan Swadaya atau UPBS agar tetap siaga dan secara berkala melakukan penyiraman pada lahan gambut, sehingga potensi karhutla dapat ditekan sedini mungkin.
“UPBS-UPBS juga kita aktifkan untuk membantu penyiraman lahan gambut di wilayah kita untuk mencegah risiko kebakaran gambut dan menekan angka kebakaran yang ada di Kabupaten Tabalong, jadi kita arahkan kerja sama BPBD Tabalong, Damkar Tabalong, maupun relawan-relawan UPBS untuk wilayah sekitar dan terdekat untuk meminimalkan tinggi efek dari El Nino ini untuk selalu menyirami lah wilayah lahan gambut di Tabalong,” ujar Habib Taufani Alkaff, Wabup Tabalong.
Diharapkan kolaborasi antara pemerintah, petugas lapangan, relawan, dan masyarakat mampu menjaga lahan gambut tetap dalam kondisi lembab, sehingga risiko kebakaran akibat dampak El Nino dapat ditekan di wilayah Kabupaten Tabalong.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong melaporkan.


