Gudang Terbakar karena Korsleting Listrik, Kerugian Rp 5,5 M

Gudang Terbakar karena Korsleting Listrik, Kerugian Rp 5,5 M

PALANGKA RAYA – Misteri kebakaran hebat yang menghanguskan gudang dan kantor milik PT Inti Boga di Jalan G Obos induk, Jalan Talenta, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Jumat (11/9/2026) dini hari lalu mulai menemukan titik terang.

Hasil investigasi tim Disdamkarmat Kota Palangka Raya menemukan sejumlah kondisi instalasi listrik yang tidak memenuhi standar di gudang yang terbakar itu.

Meski demikian, temuan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran. Namun dugaan sementara karena korsleting atau arus pendek.

Plt Kepala Disdamkarmat Kota Palangka Raya Urianinu Napulangit mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, tim menemukan penggunaan kabel serabut serta sambungan instalasi listrik yang tidak dilengkapi pembatas maupun pemutus arus pada sejumlah titik. Kondisi instalasi tersebut merupakan fakta hasil pemeriksaan tim investigasi.

Apakah kondisi instalasi tersebut menjadi pemicu awal munculnya api, masih bersifat dugaan sementara. Berdasarkan titik dan kondisi yang ditemukan di lokasi, dugaan awal kebakaran mengarah ke instalasi listrik di sisi kanan bagian belakang gudang.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim investigasi, dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah ke instalasi listrik gudang sisi sebelah kanan belakang,” ungkapnya, Sabtu (12/9/2026).

Hasil pemeriksaan lebih lanjut menemukan gudang tersebut menggunakan tiga lampu neon panjang sebagai penerangan.

Namun rangkaian kabel menuju titik lampu dan kabel CCTV disebut menggunakan kabel serabut. Sambungan antar kabel juga tidak dilengkapi pembatas atau pemutus arus yang memadai.

Menurut Urianinu, kondisi sambungan kabel yang tidak memenuhi standar tersebut berpotensi menimbulkan masalah apabila digunakan dalam waktu lama.

Sambungan yang mulai mengendur dapat memicu panas pada titik tertentu. Selain itu, tidak tertutup kemungkinan adanya gangguan binatang pengerat seperti tikus yang menyebabkan bagian kabel menjadi terkelupas atau terbuka.

See also  TP-PKK Murung Raya Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan

Kebakaran tersebut menghanguskan satu gudang beserta kantor dengan luas area sekitar 1.000 meter persegi. Kerusakan terparah terjadi di bagian gudang yang terbakar habis.

Bangunan yang diperkirakan telah berusia lebih dari 20 tahun itu juga memiliki sejumlah material mudah terbakar. ulai konstruksi kayu hingga rak penyimpanan logistik berbahan kayu.

Di dalam gudang juga tersimpan berbagai produk makanan dan logistik, termasuk mie, susu, makanan bayi hingga minyak dan produk makanan lainnya.

Banyaknya material yang mudah terbakar diduga menjadi salah satu faktor yang membuat kobaran api cepat membesar dan menyulitkan petugas saat melakukan pemadaman.

“Estimasi sementara nilai kerugian akibat kejadian tersebut mencapai sekitar Rp5,5 miliar,” kata Urianinu.

Berdasarkan keterangan saksi Arifky (24), tidak ada lagi aktivitas di dalam gudang sejak pukul 17.00 WIB karena jam operasional distributor telah berakhir. Saat kejadian, ia tengah tertidur di kantor yang berada di sebelah gudang karena rumahnya berada di Tjilik Riwut Km 11.

Ia baru terbangun setelah mendengar teriakan warga yang  melihat api telah berkobar. Arifky kemudian bergegas keluar untuk menyelamatkan armada truk operasional pengangkut logistik.

“Didekat parkiran itu ada pos, nah saya tidur disitu. Karena kejauhan pulang jadi tidur disini. Saya terbangun dari tidur waktu dengar ada yang teriak-teriak dari luar,” ungkapnya dengan nafas berat di lokasi kejadian.

Dari kejadian ini mengingatkan kepada seluruh pemilik bangunan, khususnya gudang dan tempat usaha, untuk melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala dan menggunakan material yang sesuai standar. Pemilik bangunan harus memastikan terdapat sistem pengaman arus listrik. (ter/ens)


Dilihat 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *