2
Inorga Perkumpulan Pelayang Indonesia atau Pelangi Kabupaten Tabalong menggelar Festival Layangan Hias Dandang dan Gelasan di Desa Pudak Setegak, Kecamatan Kelua pada 15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menampilkan berbagai kreativitas layangan hias, sekaligus adu kekuatan layang-layang di udara yang dikenal masyarakat Banjar sebagai bagalas.
Sejumlah layang-layang dengan berbagai bentuk dan kreasi ditampilkan para peserta melalui ajang ini. Selain menjadi ajang kreativitas, festival ini juga menghadirkan keseruan dalam lomba baparit atau bagalas, yaitu adu kekuatan layang-layang di udara.
Ketua Pelaksana, Antung Muhammad Noor, menyampaikan total peserta yang mengikuti festival ini mencapai sekitar 57 orang. Untuk lomba baparit atau bagalas, panitia menyediakan slot sebanyak 32 peserta. Sementara untuk layang-layang hias, terdapat 25 peserta, yang terdiri dari 16 peserta asal Tabalong, 2 peserta dari Hulu Sungai Selatan, dan peserta dari Kabupaten Tapin.
Pihak panitia berharap festival layang-layang dapat kembali digelar pada tahun berikutnya, dengan dukungan pemerintah daerah, khususnya KORMI Kabupaten Tabalong.
“Kami di sini perwakilan panitia izin melaporkan kegiatan hari ini bahwa jumlah peserta berjumlah sekitar 57 peserta, yang terdiri dari lomba baparit atau bagalas sesuai dengan rencana dengan slot 32 peserta, dan untuk layang-layang hias perwakilan dari Kabupaten Tabalong ada 16 peserta, dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan ada 2 peserta, dan dari Kabupaten Tapin, jadi total peserta untuk semuanya 25 peserta. Harapannya semoga festival layang-layang tahun depan dapat terlaksana lagi, dan mendapat dukungan oleh pemerintah daerah, khususnya KORMI Kabupaten Tabalong,” ujar Antung Muhammad Noor, Ketua Pelaksana.
Kegiatan ini dibuka langsung Ketua KORMI Kabupaten Tabalong, Muhammad Dzaky Makarim. Menurut Dzaky, adanya festival layang-layang tersebut sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Tabalong, dalam mengembangkan sport tourism.
Hadirnya sport tourism diharapkan dapat menjadikan olahraga sebagai salah satu media untuk mempromosikan potensi daerah, termasuk budaya, kuliner, seni, dan berbagai kekayaan lokal Tabalong. Di samping itu, KORMI Tabalong menyatakan akan terus mendukung kegiatan serupa, dengan harapan festival layang-layang tahun depan dapat berlangsung lebih meriah.
“Selaras dengan kegiatan ini, kegiatan ini mendukung program bupati dan wakil bupati Tabalong yaitu sport tourism, di mana olahraga menjadi media atau wadah untuk mempromosikan budaya kita khususnya Tabalong, banyak budaya yang dapat dipromosikan, makanan, seni budaya dan lain-lainnya, KORMI senantiasa mendukung kegiatan seperti ini, harapannya tahun depan akan lebih meriah lagi dan KORMI akan mendukung lagi,” kata M. Dzaky Makarim, Ketua KORMI Tabalong.
Festival Layangan Hias dan Bagalas tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk melestarikan tradisi permainan layang-layang. Dengan hadirnya olahraga tersebut, diharapkan dapat semakin eksis meski sudah berada di era modern.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.


