Dari Penggerebekan Narkoba hingga Tiga Polisi Tewas

Dari Penggerebekan Narkoba hingga Tiga Polisi Tewas

PALANGKA RAYA – Serangan brutal terhadap anggota polisi dalam penggerebekan sarang narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan 1 Juli 2026 lalu diperagakan kembali dalam rekonstruksi yang digelar Polda Kalteng.

Puluhan adegan diperagakan para vtersangka di Mapolda Kalteng, Senin (31/8/2026) sore. Mulai dari penggerebekkan hingga pengejaran ke kawasan pulau dan pembacokan hingga menewaskan tiga anggota polisi.

Rekonstruksi tersebut untuk mencocokkan fakta di lapangan dengan keterangan saksi maupun peran masing-masing tersangka. Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Kabid Humas Kombes Pol Budi Rachmat membenarkan adanya rekonstruksi tersebut.

Rekonstruksi menjadi bagian penting untuk memperjelas keterlibatan para tersangka dalam penyerangan dan penganiayaan berat terhadap polisi yang sedang menjalankan tugas.

Peristiwa itu bermula ketika sejumlah tersangka. Yakni A, R, D, I dan H, disebut sedang bermain judi online sembari mengonsumsi sabu di dapur rumah milik Bu Indem/Bio. Sementara B dan D berada dalam kamar. Tim Satresnarkoba Polres Katingan dipimpin AKP Batu Bara bersama delapan anggota polisi menggunakan dua mobil dan mengepung rumah itu setelah panggilan petugas tidak mendapat respons.

Saat petugas mendobrak pintu dan mengamankan B, R tiba-tiba keluar membawa senjata tajam. R berhasil diringkus Brigpol Ferdy. Namun situasi berubah mencekam ketika (alm) T datang membawa parang dan menyerang AKP Batu Bara. Aipda Yudhie P yang berusaha menangkis serangan terkena bacokan pada tangan kanannya.

AKP Batu Bara memerintahkan seluruh anggota polisi mundur karena situasi semakin membahayakan. Namun T terus mengejar dan kembali membacok bagian belakang kepala Aipda Yudhie.

Aiptu Sumaryanto sempat melepaskan tembakan peringatan. Karena tidak diindahkan, petugas mengambil tindakan tegas dan terukur hingga T tertembak dan tewas di lokasi.

See also  Wabup Mura Hadiri Rapat Paripurna ke-1 Masa Sidang II

Suara tembakan memancing kedatangan warga. Untuk menghindari amukan massa, AKP Batu Bara menyelamatkan diri melalui pintu belakang dan bersembunyi di semak-semak. Delapan anggota lainnya berlari menuju sungai hingga ke kawasan pulau. Di sisi lain, massa merusak dua mobil operasional polisi menggunakan kayu dan batu. AY bahkan disebut mengambil bensin dan membakar kendaraan petugas.

Situasi berubah menjadi pengejaran warga kepada polisi. B disebut memprovokasi rekan-rekannya untuk mengejar polisi ke pulau sembari menyiapkan parang dan senapan angin. Dari pinggir sungai, B, P dan R menembakkan senapan angin ke arah pulau. N membantu menerangi lokasi menggunakan senter telepon seluler. Sejumlah pelaku menyeberang menggunakan perahu milik Kades Tumbang Kalemei yang berada di lanting.

Para anggota polisi berusaha menyelamatkan diri dengan berenang mengikuti arus sungai. Namun Aipda Yudhie yang sudah lemas akibat luka memilih menepi ke tumpukan pasir atau ambuhan. Sebelum mencapai tepian, AR terjun ke air dan membacok kepala korban. Di atas tumpukan pasir, Yudhie kembali dihujani sabetan parang hingga meninggal dunia. Jasad korban diseret P menuju lanting.

Pengejaran tidak berhenti. Para pelaku yang menggunakan perahu menyisir sungai hingga Batu Teluk Seha dan menemukan Aiptu Sumaryanto serta Bripda Nopan. Dalam rekonstruksi, Bripda Nopan mendapat bacokan berulang kali di kepala menggunakan parang. Sedangkan Aiptu Sumaryanto dipukul menggunakan dayung sebanyak lima kali pada kepala dan badan.

Dalam salah satu adegan di Batu Teluk Seha, tersangka D alias I membantah dan tidak mengakui keterlibatan sebagaimana peran yang diperagakan. Polda Kalteng memastikan seluruh rangkaian perkara akan ditangani secara profesional dan transparan. Para pelaku yang terbukti terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (ter/ens)


Dilihat 8

See also  Pemkab Tabalong Siapkan Beasiswa Non-akademik untuk Siswa O2SN Berprestasi di Tingkat Provinsi Kalsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *