Karhutla Belum Selesai, Operasionalnya Berakhir 8 Oktober
PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya yang mengakibatkan kabut asap belum mereda. Namun operasi dua helikopter water bombing bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi berakhir 8 Oktober 2026.
Hingga 11 Oktober, luas lahan terbakar di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) itu telah mencapai 1.441,30 hektare dengan 876 kejadian kebakaran. Kecamatan Jekan Raya 524 kejadian, Pahandut 79 kejadian, Sebangau 184 kejadian, Bukit Batu 83 kejadian, dan Kecamatan Rakumpit 6 kejadian.
Pengakhiran operasi helikopter tersebut tertuang dalam instruksi demobilisasi helikopter C-FIZA dan C-FPUM milik PT Dominic Asasta Aviasi. Kebijakan itu menindaklanjuti surat permohonan perusahaan tertanggal 6 Oktober 2026.
Dalam instruksi tersebut, demobilisasi dapat dilakukan mulai 8 Oktober dengan mempertimbangkan kebutuhan, situasi, serta kondisi di lapangan. Prosesnya ditargetkan selesai dan helikopter tiba di lokasi asal atau tujuan akhir paling lambat 31 Oktober 2026, menyesuaikan masa status tanggap darurat.
Instruksi itu juga menyebutkan, apabila proses demobilisasi masih berlangsung setelah status keadaan darurat bencana berakhir, pembiayaannya tidak lagi menjadi tanggung jawab BNPB.
Keputusan tersebut menjadi perhatian karena karhutla di Palangka Raya masih menunjukkan tren peningkatan.
Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyebut, kabut asap menjadi kendala bagi penerbangan helikopter. Untuk sementara, penanganan kebakaran mengandalkan tim darat yang terus berjuang memadamkan api di sejumlah titik.
“Yang pasti, sejauh yang saya ketahui, dengan kondisi kabut asap saat ini, helikopter tidak bisa terbang,” ujarnya saat dimintai keterangan mengenai bantuan helikopter water bombing dari BNPB, Senin (12/10/2026).
Fairid mengatakan, petugas di lapangan terus berupaya maksimal menangani kebakaran. Ia juga meminta masyarakat memberikan dukungan moral kepada para personel dan relawan yang menghadapi kondisi berat selama proses pemadaman.
Menurutnya, kesehatan petugas harus menjadi perhatian karena mereka merupakan garda terdepan dalam penanganan karhutla. Apabila personel yang bertugas mengalami gangguan kesehatan, hal itu juga dapat memengaruhi upaya penanggulangan kebakaran. “Saya juga berharap kita semua mendoakan agar seluruh tim diberikan kesehatan. Mereka sudah berjuang di lapangan,” katanya.
Fairid berharap kebakaran segera padam, bukan hanya di Palangka Raya, melainkan juga di seluruh wilayah Kalteng dan Kalimantan. Ia mengakui kondisi api dan asap yang dihadapi saat ini sangat berat meskipun berbagai upaya penanganan telah dilakukan. “Kita sudah berupaya semaksimal mungkin, tetapi kondisi api dan asap memang luar biasa,” akuinya. (ifa/ens)
Data dan Fakta Karhutla di Palangka Raya:
- Total lahan terbakar :1.441,30 hektare
- Total kejadian : 876
- Jekan Raya : 524
- Pahandut : 79
- Sebangau : 184
- Bukit Batu : 83
- Rakumpit : 6
- Helikopter bantuan BNPB berakhir 8 Oktober 2026.
Dilihat 6


