PULANG PISAU – Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin bersama Gubenur Kalteng H Agustiar Sabran mendatangi lokasi kegiatan Kuali Merah Putih Juru Masak sekaligus konten kreator, Bobon Santoso di Embung depan Camppeat di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Sabtu (23/10/2026).
Kedatangan Pangdam XXII Tambun Bungai dan Gubernur Kalteng tersebut untuk bergabung dengan Juru Masak sekaligus konten kreator, Bobon Santoso menyemangati dan menyiapkan hidangan masakan untuk dibagikan kepada petugas dan para relawan serta masyarakat terdampak Karhutla.
Selain itu, Pangdam XXII Tambun Bungai, Gubenur Kalteng dan Bobon Santoso juga secara simbolis melakukan penanam pohon (reboisasi)di Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di Desa Tanjung Taruna Kecamatan Jabiren Raya.
” Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bobon Santoso yang sudah hadir ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada umumnya, sudah meluangkan waktunya untuk hadir memberi makan kepada para relawan yang sehari sampai dengan 3.000 porsi. Perhatikan mas Bobon ini sangat luar biasa dan diharapkan semakin menambah semangat para petugas dan relawan yang sedang berjuang memadamkan karhutla, ” kata Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin usai kegiatan penanaman pohon di Desa Tanjung Taruna, Sabtu (24/10/2026).
Kepada Gubernur Kalimantan Tengah, Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen Zainul Arifin juga menyampaikan terimakasih sudah hadir bersama-sama di tempat ini untuk memberikan dukungan dan menyemangati para petugas dan relawan yang sedang berjuang memadamkan karhutla.
” Kepada para petugas dan relawan saya menghimbau agar terus menjaga kesehatannya serta berhati-hati saat bertugas dilapangan, ” kata Pangdam XXII TB Mayjen Zainul Arifin
Kemudian dalam kegiatan penanaman pohon ini, Ia memaknai bahwa penanaman pohon ini menandakan stop membakar lahan, tidak ada lagi pembakaran lahan dan berharap kepada masyarakat untuk bersama-sama mulai memperbaiki lingkungan.
” Saya mengutip satu hadis Al-Bukhari, bahwa apabila kiamat telah dekat, dan ditangan salah satu kalian terdapat tunas (bibit), maka jika masih bisa dan ada kesempatan sebelum terjadi kiamat untuk menanamnya, maka tanamlah pohon itu.
” Maknanya, kita sebagai manusia ya diwajibkan menjaga dan memelihara lingkungan. Oleh karena itu saya memaknai dari hadis itu untuk menjaga lingkungan kita, untuk keberlangsungan anak cucu kita dan berharap kedepannya tidak ada lagi pada saat membuka lahan ini dengan cara tidak membakar. Mungkin itu pesan, ” tegas Pangdam XVII Tambun Bungai. Ung
Dilihat 24


