Heli Pemadam Karhutla Jatuh di Perbatasan Kalsel-Kalteng

Heli Pemadam Karhutla Jatuh di Perbatasan Kalsel-Kalteng

Ada 3 Kru saat Helikopter Mengambil Air di Sungai Barito

PALANGKA RAYA – Kecelakaan helikopter yang sedang menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggunakan metode water bombing kembali menjadi perhatian. Helikopter tersebut dilaporkan jatuh dan tercebur ke perairan Sungai Barito, tepatnya di sekitar Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026).

Lokasi kecelakaan heli yang dioperasikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pemadaman karhutla itu berbatasan langsung dengan wilayah Kalimantan Tengah. Tepatnya di Desa Tabatan, Kecamatan Jenamas, Kabupaten Barito Selatan.

Hingga berita ini diturunkan, satu orang pilot dilaporkan lewat vidio yang beredar belum ditemukan, setelah helikopter mengalami kecelakaan saat berada di atas Sungai Barito. Informasi dari warga di sekitar lokasi menyebutkan, pilot diduga masih berada dalam badan helikopter yang sebagian tenggelam. Namun kondisi tersebut masih menunggu kepastian dari tim yang melakukan pencarian.

Kapendam XXII/Tambun Bungai Kolonel Arh Dodo Sahata saat dikonfirmasi, Minggu siang (8/11/2026), membenarkan informasi awal mengenai lokasi kejadian. “Betul info awal di Barito Kuala, Kalsel,” ujarnya kepada Radar Kalteng, kemarin.

Informasi yang dihimpun, pilot diketahui masih mengenakan sabuk pengaman ketika terjadi kecelakaan. Warga sekitar bersama sejumlah pihak mulai melakukan pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian. Sementara kondisi pilot maupun kemungkinan adanya korban lain belum dapat dipastikan.

Sebelumnya, informasi awal yang beredar melalui jejaring relawan sekitar pukul 12.21 WITA menyebutkan seluruh penumpang helikopter dilaporkan selamat. Informasi tersebut disampaikan melalui rekaman suara dalam grup relawan. Dalam rekaman itu, relawan juga menyebutkan proses penarikan bangkai helikopter sedang diupayakan.

Dari rekaman video yang beredar, helikopter terlihat melakukan pengambilan air menggunakan peralatan water bombing di Sungai Barito. Namun pada cuplikan berikutnya, helikopter tampak terjatuh hingga sebagian badan masuk dalam air. Rekaman lainnya memperlihatkan badan helikopter berada di permukaan sungai, sementara sejumlah warga mendekat menggunakan perahu.

See also  Berlangsung Semarak. Bupati Heriyus Buka Karnaval Budaya 2026

Helikopter tersebut diduga berjenis Eurocopter EC225LP Super Puma II+ dengan nomor registrasi VH-HGM. Informasi yang beredar juga menyebutkan adanya dugaan penumpang warga negara asing (WNA). Meski demikian, identitas, jumlah awak dan penumpang, serta kepastian jenis pesawat masih belum terkonfirmasi secara pasti.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap pilot yang belum ditemukan masih berlangsung. Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kronologi lengkap, penyebab kecelakaan, maupun kondisi seluruh awak helikopter. Proses evakuasi dan penarikan badan pesawat dari sungai juga masih menjadi perhatian, sembari menunggu perkembangan informasi dari pihak berwenang.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan melalui siaran pers BNPB, Minggu (8/11/2026), membenarkan tentang adanya kejadian tersebut. “Helikopter dengan nomor registrasi VH-HGM tersebut diketahui membawa tiga orang kru penerbangan,” kata Berton dalam keterangannya, kemarin.

Helikopter jenis Eurocopter EC225LP Super Puma itu mengalami kecelakaan saat menjalankan operasi pengeboman air atau water bombing untuk penanggulangan karhutla.

Berdasarkan informasi BNPB, insiden terjadi ketika helikopter mengambil air menggunakan perangkat bambi bucket di Sungai Barito. Rekaman video amatir memperlihatkan helikopter kehilangan kendali saat bermanuver setelah mengambil air.

Helikopter bernomor seri pabrikan atau Manufacturer Serial Number (MSN) 2878 tersebut merupakan armada milik swasta yang dikontrak BNPB untuk mendukung operasi pengeboman air.

Berton menyebutkan, armada tersebut selama ini turut mendukung berbagai misi penanggulangan bencana BNPB di Indonesia. Catatan rute penerbangannya meliputi Banjarmasin, Pontianak, dan Surabaya.

BNPB menyatakan laporan lengkap mengenai kronologi dan penyebab pasti kecelakaan masih disusun untuk disampaikan kepada publik dan pihak berwenang. Belum ada kepastian mengenai kondisi ketiga kru dalam informasi lanjutan tersebut.

See also  Forkopimda Mura Sambut Kunjungan Kerja Wakapolda Kalteng

Berton menjelaskan, helikopter dengan nomor seri (MSN) 2878 tersebut merupakan armada milik swasta yang disewa BNPB untuk mendukung operasi pengeboman air. (ter/ens)

Fakta dan Data Helikopter yang Jatuh:

  • Jenis Pesawat: Eurocopter EC225LP Super Puma II+ (Airbus Helicopters H225) nomor seri (MSN) 2878.
  • Registrasi: VH-HGM
  • Operator/Penggunaan: Sering untuk misi BNPB melalui ARC Aviation, serta memiliki catatan penerbangan di wilayah Indonesia (seperti Banjarmasin/BDJ, Pontianak/Supadio, dan Surabaya).
  • Pemilik / Registrasi: Terdaftar di bawah kepemilikan privat / EJA SDN. BHD.

Tiga Kru Dalam Helikopter:

  • Michael John Betterridge (Australia)
  • Hugh Andrew John page (Selandia Baru)
  • Yayan (Indonesia).

Dilihat 15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *