PJJ Berlarut, Ujian Semester Terancam Mundur ke Januari

PJJ Berlarut, Ujian Semester Terancam Mundur ke Januari

PALANGKA RAYA – Dampak pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai membayangi jadwal ujian akhir semester (UAS) ganjil siswa di Kota Palangka Raya. Ujian yang semula dijadwalkan 7 Desember 2026 berpeluang mundur hingga Januari 2027 jika materi pelajaran belum tuntas dikuasai siswa.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani mengakui, penyesuaian jadwal ujian menjadi salah satu kemungkinan yang dipertimbangkan di tengah belum pastinya waktu siswa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM).

Menurut Jayani, PJJ dan tatap muka memiliki perbedaan. Terutama dalam proses penyampaian dan penerimaan materi. Kondisi tersebut membuat sekolah perlu menyediakan waktu tambahan untuk mengulang dan memperkuat pelajaran yang telah diberikan selama PJJ. “Kalau seandainya tidak bisa turun November, ada kemungkinan pada Januari,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).

Jayani menjelaskan, kalender pendidikan semula menjadwalkan ujian akhir semester ganjil sekitar awal Desember. Apabila siswa kembali mengikuti PTM pada November, sekolah masih memiliki kesempatan mengejar materi melalui pengayaan sebelum ujian.

Jika materi belum cukup dikuasai, jadwal ujian dapat bergeser ke akhir Desember. Akan tetapi, karena berdekatan dengan libur Natal dan Tahun Baru, pelaksanaannya berpeluang diundur hingga Januari 2027.

Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan PJJ bukan semata-mata soal perubahan metode belajar. Ketuntasan materi dan kesiapan siswa menghadapi evaluasi semester juga menjadi perhatian. Terutama bagi mereka yang belum maksimal menerima pelajaran selama pembelajaran jarak jauh. “Kami khawatir sebagian anak selama PJJ tidak maksimal menerima materi yang diajarkan pada semester ganjil ini,” katanya.

Karena itu, Dinas Pendidikan berencana meminta sekolah melakukan pengayaan, mengulang, serta memperkuat materi yang dinilai belum optimal diterima siswa.

See also  Pemkab Mura Gelar Coffe Morning Dalam Rangka Pengembangan Potensi Pertanian

Jayani menegaskan, pengunduran ujian belum menjadi keputusan final. Pelaksanaannya akan mempertimbangkan perkembangan kondisi pembelajaran dan kesiapan masing-masing sekolah.

Ia juga memastikan ujian tidak harus dilaksanakan melalui PTM. Sekolah tetap memiliki kemungkinan menyelenggarakan ujian melalui PJJ sesuai kondisi yang dihadapi. “Bisa PJJ, bisa,” tegasnya.

Menurut Jayani, kalender pendidikan merupakan pedoman pelaksanaan pembelajaran, tetapi waktu ujian dapat disesuaikan apabila sekolah membutuhkan tambahan waktu untuk menuntaskan materi. “Kalau sekolah merasa materi yang diberikan masih belum cukup, ada kemungkinan ujian dilaksanakan setelah libur Natal,” pungkasnya. (ifa/ens)

Dilihat 30

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *