Kualitas Udara Memburuk, 7.098 ISPA Tercatat di 11 Puskesmas
PALANGKA RAYA – Sebanyak 7.098 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat di Kota Palangka Raya selama periode 18 September hingga 14 Oktober 2026. Di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap memburuknya kualitas udara, banyak masyarakat Palangka Raya berbondong-bondong tinggalkan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah ini.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mempersilakan warga yang mampu untuk sementara meninggalkan kota ini demi menjaga kesehatan. “Kalau pun bisa, mampu, ya silakan,” ujar Fairid, Rabu (14/10/2026).
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas di tengah kondisi udara yang tidak baik akibat kabut asap. Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus keluar ruangan. “Kalau memang tidak ada kerja yang terlalu penting, di rumah saja, pakai masker,” imbaunya.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya menunjukkan, seluruh 11 puskesmas telah menyampaikan laporan kasus ISPA selama periode tersebut.
Puskesmas Bukit Hindu mencatat kasus terbanyak. Yakni 1.132 kasus ISPA. Disusul Puskesmas Menteng 1.045 kasus dan Puskesmas Pahandut 1.031 kasus.
Selanjutnya, Puskesmas Kayon 953 kasus, Jekan Raya 812 kasus, Kereng Bangkirai 603 kasus, Panarung 573 kasus, Kalampangan 447 kasus, Marina Permai 431 kasus, dan Puskesmas Rakumpit 71 kasus. Sementara Puskesmas Tangkiling tidak mencatat kasus ISPA dalam periode tersebut.
Tingginya jumlah kasus ISPA menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya. Meski demikian, data tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh kasus ISPA disebabkan oleh paparan asap karhutla.
Fairid mengatakan, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama seluruh jajaran terus berupaya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk menghadapi dampak kondisi udara terhadap kesehatan.
Dia minta masyarakat tidak ragu menyampaikan keluhan apabila menemukan kendala dalam pelayanan. Menurutnya, setiap laporan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja jajaran pemerintah. “Kalau memang ada kendala-kendala, ya pasti akan menjadi bahan evaluasi,” tegasnya.
Fairid mencontohkan, pihaknya pernah menerima keluhan masyarakat terkait pelayanan di salah satu fasilitas kesehatan. Menindaklanjuti laporan tersebut, ia langsung memanggil pihak terkait pada hari yang sama untuk minta penjelasan dan mencegah persoalan serupa terulang.
Menurut Fairid, penanganan keluhan perlu dilakukan dengan mendengarkan penjelasan pihak terkait sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih maksimal.
Di tengah kondisi kabut asap, Fairid berharap masyarakat tetap saling mendukung dan mengutamakan keselamatan serta kesehatan. “Dukungan moral dan doanya yang paling penting,” pungkasnya. (ifa/ens)
Data ISPA Palangka Raya 18 September – 14 Oktober 2026:
- Total :7.098 Kasus
- Puskesmas Bukit Hindu :1.132 kasus
- Puskesmas Menteng :1.045 kasus
- Puskesmas Pahandut : 1.031 kasus
- Puskesmas Kayon : 953 kasus
- Puskesmas Jekan Raya : 812 kasus
- Puskesmas Kereng Bangkirai: 603 kasus
- Pusekasmas Panarung : 573 kasus
- Puskesmas Kalampangan : 447 kasus
- Puskesmas Marina Permai : 431 kasus
- Puskesmas Rakumpit : 71 kasus
- Puskesmas Tangkiling :Tak ada catatan
Dilihat 26


