PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mengambil langkah untuk mengurai antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Salah satunya dengan menyiapkan empat SPBU untuk beroperasi hingga 24 jam.
Empat SPBU tersebut yakni SPBU Pal 12, SPBU Seth Adji, SPBU Diponegoro dan SPBU Pahandut Seberang. Kebijakan ini diambil setelah Pemko Palangka Raya melakukan koordinasi dengan Pertamina dan pihak OPD terkait kondisi antrean BBM yang kembali terjadi.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengatakan pemerintah ingin memastikan pelayanan BBM kepada masyarakat tetap berjalan sekaligus mengurangi penumpukan kendaraan pada jam-jam tertentu.
“Kita sedang mencarikan solusi supaya tidak antre. Ada beberapa alternatif,” katanya, Sabtu (5/9).
Menurutnya, masyarakat yang tidak ingin menghadapi antrean panjang pada siang hari dapat memanfaatkan waktu malam untuk melakukan pengisian BBM. Namun, terdapat perbedaan jam ketersediaan Pertalite pada empat SPBU tersebut.
Untuk operasional 24 jam secara umum, empat SPBU yang disiapkan yakni Pal 12, Seth Adji, Diponegoro dan Pahandut Seberang. Khusus Pertalite, Zaini menjelaskan tidak seluruhnya tersedia selama 24 jam.
“Tetapi untuk Pertalite hanya di Pal 12 yang 24 jam. Yang di Seth Adji dan di Diponegoro itu sampai jam 1 malam,” ujarnya.
Dengan pengaturan tersebut, masyarakat yang tidak memiliki kebutuhan mendesak di siang hari diharapkan dapat memilih waktu malam untuk mengisi BBM sehingga antrean pada jam sibuk dapat dikurangi.
“Jadi silakan saja kalau yang enggak mau antre siang itu, ambil saja yang malam,” jelasnya.


