3
Kabupaten Tabalong kembali menorehkan prestasi dalam rangkaian APKASI Otonomi Expo 2026. Melalui karya wastra bertajuk The Noble Path of Penghulu Rasyid, Tabalong berhasil meraih juara dua dalam Fashion Show Wastra Nusantara. Karya ini mengangkat kisah perjuangan pahlawan Penghulu Rasyid, yang dipadukan dengan kekayaan budaya khas Tabalong.
Sebanyak 15 kabupaten dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Fashion Show Wastra Nusantara, yang menjadi salah satu rangkaian APKASI Otonomi Expo 2026. Dalam ajang yang digelar di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 28 Agustus 2026 ini, Kabupaten Tabalong tampil dengan karya bertajuk The Noble Path of Penghulu Rasyid.
Karya rancangan desainer wastra Tabalong, Rahmad Maulaya, ini mengangkat kisah perjuangan Penghulu Rasyid. Cerita perjuangan tersebut diterjemahkan melalui perpaduan wastra khas Tabalong dengan desain fashion modern.
Kain sasirangan yang digunakan menampilkan tiga motif khas Tabalong, yaitu langsat tanjung, kambang kacang, dan alir sungai. Masing-masing motif menggambarkan identitas daerah, keindahan alam, hingga kisah perjuangan Penghulu Rasyid.
“Kalau untuk kainnya sendiri kita mengangkat kain sasirangan dengan motif khas dari Kabupaten Tabalong itu sendiri yaitu langsat tanjung, kemudian kambang kacang dan juga alir sungai. Yang mana tiga motif ini saling berkesinambungan. Langsat tanjung merupakan buah ikonik dari Kabupaten Tabalong kemudian kambang kacang menggambarkan keindahan dari alam kabupaten kita sendiri. Kemudian juga alir sungai sebagai tempat gerilya dari perjuangan Penghulu Rasyid itu sendiri,” ujar Rahmad Maulaya, Desainer Wastra Tabalong.
Keberhasilan meraih juara dua menjadi kebanggaan sekaligus motivasi Maulaya untuk terus mengembangkan wastra dan kekayaan budaya Tabalong melalui karya-karya kreatif. Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan turut mengapresiasi prestasi tersebut. Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Tabalong, Rahma Norita, berharap wastra Tabalong terus dikenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Melalui Disdikbud bidang kebudayaan bahwa Kabupaten Tabalong mempunyai wastra yang bisa dikenalkan untuk khusus Indonesia dan mancanegara,” tutur Rahma Norita, Kabid Kebudayaan.
Prestasi juara dua ini menjadi bukti bahwa kekayaan sejarah dan budaya Tabalong dapat dikemas secara kreatif dan modern. Sekaligus menjadi dorongan untuk terus mengembangkan wastra sebagai bagian dari pelestarian budaya dan pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
Rina Rapita Sari, TV Tabalong Melaporkan.


