SUKAMARA – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Sukamara menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat dalam sepekan terakhir.
Setiap hari, kendaraan tampak mengular di area SPBU. Warga harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Padahal pemerintah melalui Pertamina sudah menambah kuota BBM di Sukamara.
Kondisi ini bahkan membuat sebagian pengendara harus menunggu lama tanpa kepastian apakah BBM yang mereka butuhkan masih tersedia saat tiba giliran.
Keluhan warga bukan hanya soal panjangnya antrean, tapi juga keterbatasan BBM yang tersedia di lapangan.
Sejumlah warga mengaku sudah antre cukup lama, namun ketika mendekati giliran, stok BBM yang dicari justru habis.
Kondisi tersebut memicu keresahan karena BBM merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya pengendara yang menggunakan kendaraan untuk bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Di tengah antrean yang terus terjadi, muncul pertanyaan mengenai kelancaran distribusi BBM ke Sukamara. Pemerintah daerah sebelumnya menyebut pasokan yang masuk sebenarnya telah ditambah dibandingkan kondisi normal.
Namun tambahan pasokan tersebut belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Di lapangan, antrean masih terjadi dan warga tetap harus antre panjang untuk mendapatkan BBM.
Pemerintah juga memantau jalur distribusi untuk memastikan pasokan BBM ke Sukamara benar-benar sampai ke masyarakat. Pengawasan disebut perlu dilakukan hingga ke sejumlah titik distribusi, termasuk kawasan dermaga.
Di sisi lain, masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan maupun penjualan kembali yang dapat memperparah kondisi pasokan di lapangan.
Bupati Sukamara Masduki mengungkapkan, stok BBM yang tersedia saat ini sebenarnya dinilai cukup. Bahkan melebihi kondisi normal. Namun fakta di lapangan menunjukkan masyarakat masih harus antre panjang mendapatkan bahan bakar minyak.
“Secara stok kami ini sudah cukup, bahkan melebihi dari kondisi normal. Kondisi normal stok yang ada itu kami tambah lagi sekarang ini. Tapi di satu sisi, di tingkat lapangan masyarakat tidak ada. Ini anomali,” kata Masduki saat meninjau antrean di salah satu SPBU, Senin (24/8/2026).
Masduki menilai kondisi tersebut menjadi pertanyaan karena pelayanan SPBU telah berlangsung hampir 24 jam. Namun antrean kendaraan justru masih mengular dan sebagian masyarakat harus menunggu berjam-jam. “Pelayanan kami juga hampir 24 jam, tapi di lapangan kosong,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi antara ketersediaan stok dan kelangkaan BBM di tingkat masyarakat tersebut perlu ditelusuri lebih jauh.
Pemerintah daerah akan meningkatkan pengawasan terhadap pergerakan distribusi BBM, mulai dari titik masuk hingga penyalurannya di wilayah Sukamara.
Pemantauan juga akan dilakukan di sejumlah titik yang berkaitan dengan distribusi, termasuk kawasan dermaga pelabuhan speedboat dan dermaga tradisional.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan yang masuk ke Sukamara benar-benar tersalurkan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Masduki juga mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan maupun penjualan kembali yang dapat memperparah kondisi antrean. (iza/ens)
Dilihat 9


