Read Time:3 Minute, 5 Second
PRESS RELEASE
Murung Raya, Info Publik – Pangan merupakan kebutuhan utama bagi manusia. Kebutuhan pangan di suatu wilayah selalu meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk di wilayah tersebut. Kabupaten Murung Raya saat ini kebutuhan beras mencapai 11.180 ton dan produksi beras 5.510 ton sehingga lebih dari 50% nya masih harus dipasok dari luar wilayah.
Salah satu tanaman sumber penyedia beras adalah padi. Padi dapat diusahakan di lahan sawah dan di ladang (padi gogo). Kondisi agroekologi wilayah Kabupaten Murung Raya yang didominasi lahan kering, padi ladang atau padi gogo menjadi andalan sebagai sumber pangan utama.
Dengan asumsi produktivitas dapat mencapai padi gogo 3,65 ton GKP (3,03 ton GKG) maka diperlukan luas panen padi gogo 8.965 hektar pada tahun 2045. Saat ini luas tanam padi ladang/huma atau padi gogo adalah 3.463 ha, sehingga masih sangat diperlukan perluasan (ekstensifikasi) untuk pemenuhan kebutuhan beras.
Ektensifikasi juga tidak mudah, sehingga perningkatan produksi beras perlu dikombinasikan dengan intensifikasi, melalui penggunaan benih varietas unggul yang adaptif di wilayah Murung Raya dan penerapan SOP budidaya yang baik sehingga produktivitas padi gogo dapat ditingkatkan.
Dekan Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Suryo Wiyono menyampaikan bahwa kerjasama antara Dinas Pertanian dan Perikanan Kab. Mura dengan Fakultas Pertanian IPB bertujuan untuk menguji berbagai asesi padi gogo lokal dan varietas unggul Nasional, menyusun panduan teknik budidaya padi gogo yang baik untuk meningkatkan produktivitas padi gogo.
Manfaat dari kegiatan ini adalah diperoleh asesi padi gogo lokal dan/atau varietas unggul Nasional yang adaptif dan produktivitas tinggi di wilayah Murung Raya dan tersusun panduan budidaya padi gogo yang baik untuk produktivitas tinggi wilayah Kabupaten Murung Raya.
Kegiatan yang dilakuan pada adalah uji adaptasi 6 asesi padi gogo lokal (Lamunti, Mangkolandis, Anjir Garu, Talun Putir Sikan, Manau Oreng, dan Talun Wangi) dan 7 varietas unggul Nasional (IPB 8G, IPB 9G, IPB 10G, IPB 3S, IPB 15S, Inpago 10, Inpago 12), diantaranya adalah hasil rakitan putra daerah, Prof. Hajrial Aswidinnoor.
Selain itu juga demplot beberapa jenis lokal dan beberapa varietas unggul dengan menerapkan SOP teknik budidaya yang baik. Lokasi uji varietas dan demplot adalah di Kecamatan Murung, Tanah Siang dan Tanah Siang Selatan.
Dengan budidaya yang baik terjadi peningkatan produktivitas asesi padi lokal rata-rata dari 1,83 menjadi 3,71 ton GKP/hektar (meningkat 102,72%), suatu peningkatan yang sangat signifikan. Rincian peningkatan adalah dari 2,20 menjadi 3,28 ton GKP per hektar (Kecamatan Murung), dari 1,5 menjadi 4,16 ton GKP per hektar (Kecamatan Tanah Siang), dan dari 1,8 ton menjadi 3,71 ton GKP per hektar (Kecamatan Tanah Siang Selatan). Varietas unggul nasional yang diuji menghasilkan kisaran 2,0-5,4 ton GKP per hektar, dengan rata-rata 4,0 ton GKP/ha dan yang tertinggi adalah 5,4 ton GKP per hektar (varietas IPB 15S, yang sebenarnya untuk padi sawah, ternyata adaptif sebagai padi gogo).
Adanya varietas unggul nasional yang adaptif dan berumur lebih pendek, cita-cita atau target penanaman padi gogo dua kali musim tanam dalam satu tahun sangat berpeluang untuk diwujudkan. Ujar Prof. Suwarto sebagai Ketua Pelaksana kegiatan kerjasama.
Petani pada umumnya masih meggunakan asesi padi lokal, karena varietas unggul nasional belum banyak dikenal dan benihnya belum tersedia di pasaran. Namun demikian benih asesi padi gogo lokal masih menghadapi masalah dalam pengadaannya karena asesi padi lokal tersebut belum ada yang dilepas untuk bisa diproduksi dan diedarkan.
Terkait dengan hal itu, pada tahun ini (2026) dilakukan karekterisasi dan uji galur-galur padi gogo lokal sebagai bagian dari proses pengusulan pelepasan asesi padi gogo lokal. Diharapkan paling tidak di tahun 2028 diperoleh padi gogo lokal Murung Raya yang dilepas oleh Kementerian Pertanian sehingga benihnya dapat diperbanyak dan diedarkan untuk meningkatkan produksi beras di wilayah Kabupaten Murung Raya.
(DiskominfoSP_Nof, Ist).
