BPBD Dorong Simulasi Gempa di Tarakan, Wali Kota: Bisa Diusulkan di 2026

BPBD Dorong Simulasi Gempa di Tarakan, Wali Kota: Bisa Diusulkan di 2026

TARAKAN,KOMPAS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan menilai perlu adanya simulasi kebencanaan berskala kota, khususnya untuk menghadapi potensi gempa bumi. Langkah ini dianggap penting mengingat  wilayahnya dilalui Sesar Tarakan, salah satu sesar aktif di bagian utara Kalimantan.

Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, mengatakan bahwa kejadian gempa beberapa waktu terakhir menjadi momentum untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Salah satu upaya yang dinilai paling efektif adalah melalui simulasi kebencanaan secara rutin dan terkoordinasi lintas instansi.

“Kita akan mempersiapkan itu, tapi ya tentu perlu dukungan dari berbagai pihak. Simulasi ini penting supaya masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi,” ujar Yonsep, Selasa (11/11/2025).

Dia menjelaskan, BPBD sudah memiliki pemetaan terkait lokasi-lokasi aman yang bisa dijadikan titik kumpul ketika terjadi gempa. Namun, pelaksanaan simulasi di tingkat kota belum bisa dilakukan karena keterbatasan anggaran. “Kalau simulasi besar itu memang butuh biaya cukup besar. Kita harus hitung dulu berapa kebutuhannya,” tambahnya.

Menurut Yonsep, tanpa latihan yang terstruktur, masyarakat cenderung panik dan salah mengambil langkah ketika gempa terjadi. “Latihan ini bukan hanya formalitas, tapi bentuk edukasi agar masyarakat bisa bertindak cepat dan benar,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tarakan Khairul menyambut baik rencana tersebut. Namun, dia menyebut pelaksanaannya baru bisa diusulkan dalam APBD 2026 karena anggaran tahun ini sudah tertutup.

“Kalau sekarang sudah close, APBD perubahan juga sudah lewat. Jadi bisa diusulkan di 2026. Selama usulannya baik dan bermanfaat, tentu akan kita dukung,” kata Khairul.

Khairul menilai simulasi gempa menjadi bagian penting dari pendidikan mitigasi bencana bagi warga, apalagi Tarakan beberapa kali diguncang gempa dalam beberapa pekan terakhir. “Kesadaran dan kesiapan masyarakat harus terus ditingkatkan. Karena bencana tidak bisa diprediksi, tapi bisa diantisipasi,” ujarnya.(Red)

See also  Dilantik Sebagai Kepala SMA Muhammadiyah Sintang, Supranto Bertekad Jadikan SMA Muhammadiyah Sintang Pilihan Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *