BMKG Catat 9 Kali Gempa di Tarakan, Aktivitas Kini Mereda

BMKG Catat 9 Kali Gempa di Tarakan, Aktivitas Kini Mereda

TARAKAN,KOMPAS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan mencatat sebanyak sembilan kali aktivitas gempa terjadi di wilayah Tarakan dan sekitarnya sejak awal November 2025.

Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi, menyebutkan gempa utama pertama kali terjadi pada 5 November dengan kekuatan magnitudo 4,8.

“Gempa utama itu terjadi pada 5 November, lalu disusul delapan kali gempa susulan dengan variasi kekuatan antara magnitudo 2,4 hingga 4,4,” jelas Khilmi, Selasa (11/112025).

Menurutnya, gempa terakhir tercatat pada Sabtu, 8 November 2025 pukul 16.56 WITA dengan magnitudo 4,4. Setelah itu, hingga kini tidak ada lagi aktivitas gempa susulan yang terdeteksi.

Khilmi menegaskan, BMKG belum memiliki teknologi untuk memprediksi kapan gempa akan terjadi, termasuk negara maju seperti Jepang. “Di Jepang pun belum bisa memprediksi. Yang dilakukan mereka hanya mempercepat penyampaian informasi setelah getaran terjadi,” ujarnya.

Dia juga meluruskan anggapan masyarakat yang kerap menyamakan kemampuan Indonesia dengan Jepang. Menurutnya, sistem di Jepang menggunakan sensor dasar laut yang langsung terhubung ke pusat data, sehingga dapat memberikan peringatan cepat beberapa detik sebelum getaran terasa bukan ramalan gempa.

“Jadi, jangan termakan isu BMKG bisa meramal gempa. Yang penting adalah kesiapsiagaan dan respon cepat masyarakat saat gempa terjadi,” tegasnya.(Red)

 

See also  Perlu Evaluasi Kinerja Agar Pembangunan Merata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *