Penerbangan Sampit Lumpuh Total

Penerbangan Sampit Lumpuh Total

Pebisnis dan Investor Harus Tempuh 9 Jam ke Banjarmasin

SAMPIT – Penutupan sementara seluruh penerbangan di Bandara H. Asan Sampit akibat kabut asap mulai menjadi tantangan bagi aktivitas ekonomi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kalangan pebisnis hingga investor yang membutuhkan mobilitas cepat kini terpaksa menempuh perjalanan darat sekitar delapan hingga sembilan jam menuju Banjarmasin untuk mendapatkan akses penerbangan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim, Raihansyah, mengatakan penghentian penerbangan akibat buruknya jarak pandang memberikan dampak tersendiri bagi pelaku usaha yang selama ini mengandalkan transportasi udara untuk menunjang kegiatan bisnis.

Menurutnya, waktu perjalanan yang semakin panjang menjadi kendala bagi mereka yang memiliki agenda bisnis dengan mobilitas tinggi, termasuk investor yang hendak datang ke Sampit maupun pengusaha lokal yang harus bepergian ke luar daerah.

“Secara ekonomi, yang paling terdampak adalah orang-orang yang biasanya melakukan perjalanan untuk kepentingan bisnis dalam waktu cepat. Sekarang mereka harus menempuh perjalanan darat sekitar delapan sampai sembilan jam ke Banjarmasin untuk mendapatkan akses penerbangan,” ujarnya, Rabu (14/10/2026).

Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat efisiensi waktu perjalanan dan aktivitas bisnis, terutama bagi pelaku usaha yang memiliki jadwal pertemuan maupun urusan pekerjaan di luar daerah.

Meski demikian, Raihansyah menjelaskan bahwa distribusi barang kebutuhan pokok dan berbagai komoditas lainnya relatif tidak terlalu bergantung pada transportasi udara. Sebagian besar arus barang menuju Kotim masih mengandalkan kapal laut.

Karena itu, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran dan keselamatan aktivitas pelayaran, terutama selama kabut asap masih berpotensi mengganggu jarak pandang.

Pengawasan terhadap kapal yang masuk dan keluar melalui Alur Sungai Mentaya juga diperketat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan penumpang sekaligus memastikan distribusi barang, termasuk sembako, tetap berjalan dengan baik.

See also  Rumah Dataku Penghulu Rasyid Jalani Verifikasi Nasional, Bupati Optimistis Raih Nilai Terbaik

“Kalau arus barang, sembako dan lainnya, sebagian besar melalui kapal laut. Ini yang terus kami jaga. Kami berkoordinasi dengan pihak terkait dan memperketat pengawasan saat kapal memasuki maupun keluar dari Alur Sungai Mentaya, terutama untuk keselamatan barang dan penumpang,” tegasnya.

Pemerintah daerah berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga penerbangan dari Bandara H. Asan Sampit dapat kembali beroperasi. Pemulihan layanan transportasi udara dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar urusan bisnis, serta menjaga iklim investasi di Kotim.

Sementara itu, selama penerbangan belum dapat beroperasi, kelancaran transportasi laut dan distribusi logistik menjadi salah satu aspek penting yang terus dijaga agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. (pri)

Dilihat 21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *