Sebut Pemamadan Listrik Berakhir 5 September, Tapi Masih Terjadi hingga Oktober
PALANGKA RAYA – Janji penghentian pemadaman listrik bergilir yang tak kunjung terealisasi membuat massa dari aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) kembali turun ke jalan. Massa menggelar aksi depan Kantor PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya di Jalan Achmad Yani, Rabu sore (7/10/2026). Warga yang tergabung dalam aliansi GPG itu menuntut kepastian sekaligus pertanggungjawaban PLN.
Massa tiba sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka mempertanyakan janji General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) yang sebelumnya menyebut pemadaman bergilir akan berakhir pada akhir Agustus atau paling lambat 5 September 2026.
Namun, memasuki Oktober, pemadaman masih dirasakan masyarakat Kota Palangka Raya. Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan warga karena terjadi bersamaan dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalteng.
Juru Bicara Aksi Fiteli Waruwu menegaskan, massa datang untuk menagih komitmen pimpinan PLN. Mereka meminta GM PLN UID Kalselteng hadir langsung memberikan penjelasan mengenai kondisi kelistrikan sekaligus kepastian kapan pemadaman bergilir benar-benar dihentikan.
“Hari ini kami menuntut komitmen General Manager Kalselteng yang mengatakan akhir Agustus sampai 5 September umumnya sudah stabil. Nyatanya sampai hari ini, jam 11 siang masih ada pemadaman di Palangka Raya. Kami menuntut konsistensi,” ujar Fiteli.
Koordinator Lapangan Aksi Joseph mengatakan, masyarakat sudah cukup terbebani dengan kondisi yang terjadi. Selain harus beraktivitas di tengah kabut asap, warga juga kembali menghadapi gangguan pasokan listrik. “Kita sudah kena kabut asap ditambah mati lampu lagi,” tegasnya.
Tensi aksi meningkat ketika massa melemparkan sejumlah telur busuk ke dalam pagar Kantor PLN Palangka Raya. Fiteli menyebut telur tersebut merupakan simbol protes dan bukan ditujukan untuk merusak fasilitas. Massa juga menuntut adanya kompensasi atau ganti rugi bagi masyarakat yang terdampak pemadaman listrik.
Perwakilan PLN yang sempat menemui massa akhirnya kembali masuk ke dalam gedung setelah demonstran menolak audiensi jika tidak langsung dihadiri GM PLN UID Kalselteng. Karena tuntutan belum mendapat kepastian, GPG memastikan aksi lanjutan akan digelar hingga pimpinan PLN bersedia menemui massa. (ter/ens)
Dilihat 57


