Hari ke-17 Pencarian Penumpang KM Virgo, 108 Selamat, 71 Meninggal, 64 Belum Ditemukan
PALANGKA RAYA – Operasi pencarian penumpang KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-17 Selasa (29/9/2026). Data terbaru yang dihimpun dari Kantor SAR Banjarmasin per 29 September 2026 pukul 11.00 WITA mencatat, dari total 243 orang (POB), 179 orang telah dievakuasi.
Dari 179 penumpang tersebut, 108 orang dinyatakan selamat dan 71 orang meninggal dunia. Sementara 64 orang masih dalam pencarian (DP). Data tersebut menjadi pembaruan setelah tim SAR gabungan kembali menemukan lima korban dalam badan KM Virgo pada operasi hari ke-16, Senin (28/9/2026).
Kepala Basarnas M Syafii mengatakan, empat korban dievakuasi menuju KRI Gusti Ngurah Rai. Sedangkan satu korban lainnya dievakuasi ke KN SAR Purworejo.
Selanjutnya, empat korban dibawa menuju Banjarmasin menggunakan Helikopter HS 1331 TNI AL. Satu korban lainnya diangkut menggunakan Helikopter HR 3601 Basarnas. Seluruh korban dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Dari total 71 korban meninggal dunia, 41 jenazah berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan. Proses identifikasi masih dilakukan dengan mencocokkan data ante mortem dan post mortem untuk memastikan identitas korban.
Syafii mengatakan, penemuan lima korban tersebut merupakan hasil kerja seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR. Menurut dia, proses pencarian akan terus dilakukan dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk menemukan korban yang masih belum ditemukan.
Namun proses evakuasi dari dalam badan kapal tidak mudah. Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana menjelaskan, tim penyelam menghadapi sejumlah risiko ketika melakukan penetrasi ke dalam beberapa kompartemen kapal.
Salah satu kendala utama adalah perubahan kemiringan kapal yang masih terus terjadi. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan penyelam apabila stabilitas kapal berubah tiba-tiba. Selain itu, struktur kapal juga tidak stabil ketika penyelam masuk hingga 15 meter ke dalam.
Kondisi di dalam kapal semakin menyulitkan karena jarak pandang sangat rendah akibat sedimen atau lumpur yang mulai masuk. Ruang gerak penyelam menjadi terbatas, sementara keberadaan benda-benda tajam dalam kapal juga berpotensi menyebabkan cedera.
Risiko lain berasal dari bahan kimia dan bahan bakar minyak kendaraan yang berada dalam kapal itu. BBM yang mulai keluar membuat sejumlah area dinilai tidak aman untuk dimasuki penyelam. Kondisi gas pada kedalaman sekitar 27 meter juga mendekati batas aman sehingga waktu penyelaman harus dibatasi. Paling lama sekitar 20 menit.
Di sisi lain, proses penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 juga memasuki tahap hukum. Polda Kalimantan Selatan melimpahkan penyelidikan kecelakaan laut tersebut ke Mabes Polri melalui Baharkam Polri. Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, proses hukum selanjutnya dilakukan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri sesuai ketentuan yang berlaku.
Isir menyebut, langkah-langkah yang telah dilakukan Ditpolairud Polda Kalsel akan diteruskan. Termasuk pendalaman terhadap sejumlah pihak. Seperti nakhoda dan anak buah kapal yang selamat. Polri memastikan penyelidikan dan penyidikan dilakukan profesional dengan melibatkan stakeholder terkait, sembari tetap mendukung operasi SAR, evakuasi, identifikasi korban, serta pelayanan kepada keluarga korban. (ter/ens)
41 Korban KM Virgo yang Teridentifikasi:
- Reyner Fausta Yosilianto (32) : Malang
- Nurul Rian Hidayat (33) : Pamekasan
- Deny Ridzal Saputra (29) : Kediri
- Imam Soeparno (66) : Surabaya
- Erick Maisul Latif (37) : Garut
- Risyan Kurnia Putra (28) : Garut
- Surya (59) : Tapin
- Yuli (29) : Banjarmasin
- Muhammad Abdiannoor (30) : Banjarmasin
- Annas (48) : Bangkalan
- Bagus Mahendra (20) : Klaten
- Aldo Nurrahmansyah (19) : Surakarta
- Jumbrik (25) : Lamongan
- I Putu Angga Santyana (21) : Mataram
- Deny Dwi Saputra (32) : Boyolali
- Abdul Fikri (27) : Purbalingga
- Tuti (29) : Banjarmasin
- Mashudi (27) : Jepara
- Feris Sudaryanto (37) : Lampung Tengah
- Aditya Firmansyah (19) : Kediri
- Mahmud Suhadi (43) : Jember
- Taruno Hidayat (47) : Madiun
- Ibnu Darmawan (24) : Kediri
- Purkam (64) : Tulungagung
- Dwi Priyambodo (36) : Kebumen
- Tri Sutrisno (30) : Kediri
- Riski Ananta Agusena (23) : Kudus
- Guntur Aji Pangestu (27) : Kudus
- Triyono Basuki (45) : Surabaya
- Tihwin Nuryanto (43) : Madiun
- Sugianto (41) : Banjarmasin
- Ilham Muhammad Rozzaq (21) : Jepara
- Yuli Purwanto (47) : Tulungagung
- Muhammad Kholis (52) : Surabaya
- Surono (38) : Jombang
- Muhammad Adam Assegaf (19) : Kudus
- Susanto (36) : Blitar
- Maulana Purwo Wibowo (19) : Cilacap
- Wati (48) : Pangandaran
- Yaya Carya (58) : Cirebon
- Bambang Setya Budi (56) : Malang
Dilihat 2


