Proyek Pelebaran Jalan Trans Kalimantan Pulang Pisau Dikeluhkan Warga Mantaren

Proyek Pelebaran Jalan Trans Kalimantan Pulang Pisau Dikeluhkan Warga Mantaren

PULANG PISAU- Proyek pelebaran Jalan Trans Kalimantan di Desa Mantaren, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau diduga mengabaikan kenyamanan sehingga dikeluhkan warga karena mengganggu akses dan aktivitas masyarakat.

Keluhan tersebut muncul karena material hasil galian proyek dibiarkan menumpuk di depan sejumlah rumah warga.

Kondisi itu membuat akses keluar-masuk rumah menjadi sulit, terutama bagi warga yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Salah seorang warga Desa Mantaren, Anton, menyampaikan keluhannya melalui pesan WhatsApp kepada media Radar Kalteng, Kamis (24/9/2026) malam.

“Bagaimana ini, galian jalan lintas justru menyulitkan warga untuk melintas. Kondisi ini juga dapat membahayakan pengguna jalan,” ujar Anton.

Warga menegaskan bahwa masyarakat mendukung pembangunan dan pelebaran Jalan Trans Kalimantan tersebut.

Namun, pelaksanaan pekerjaan diharapkan tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan warga di sekitar lokasi proyek.

“Kami sebagai warga tentunya sangat mendukung program pembangunan dan pelebaran jalan tersebut. Namun, kami juga berharap selama proses pengerjaan, akses warga tetap diperhatikan sehingga tidak menyulitkan masyarakat,” katanya.

Warga lainnya juga mengungkapkan bahwa kondisi galian yang cukup dalam telah menyebabkan pengguna jalan mengalami kecelakaan.

“Tadi malam ada sepeda yang jatuh saat hendak keluar dari akses Jalan Desa Mantaren II. Galiannya cukup dalam dan tidak dibuatkan jalan alternatif,” ungkap warga, Jumat (25/9/2026) pagi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, material hasil galian proyek terlihat menumpuk dan menutupi akses di depan rumah warga. Kondisi tersebut terlihat di sepanjang lebih dari satu kilometer area pekerjaan.

Keberadaan material galian tidak hanya menyulitkan warga yang hendak keluar-masuk menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, tetapi juga mengganggu aktivitas warga yang menjalankan usaha di sekitar lokasi.

See also  Gudang Terbakar karena Korsleting Listrik, Kerugian Rp 5,5 M

Warga berharap pihak pelaksana proyek dapat menyediakan akses sementara atau jalur alternatif selama proses pengerjaan berlangsung.

Dengan demikian, pembangunan jalan tetap dapat berjalan tanpa menghambat aktivitas masyarakat serta mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.


Dilihat 21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *