Denny Sumargo Gagal Terbang ke Kalteng Gegara Asap, Seberapa Parah Kabut Palangka Raya?

Denny Sumargo Gagal Terbang ke Kalteng Gegara Asap, Seberapa Parah Kabut Palangka Raya?

PALANGKA RAYA – Niat Denny Sumargo untuk datang ke Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus tertunda.

Aktor sekaligus presenter tersebut dikabarkan gagal berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, setelah penerbangannya mengalami penundaan hingga dua kali sebelum akhirnya dibatalkan.

Pembatalan penerbangan tersebut disebut berkaitan dengan kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Palangka Raya akibat maraknya karhutla.

Rencana kedatangan Denny Sumargo ke Kalteng sendiri bukan sekadar perjalanan biasa.

Ia disebut hendak melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak bencana karhutla dan kabut asap.

Namun, sebelum tiba di Bumi Tambun Bungai, kondisi asap justru membuat perjalanan tersebut terhenti.

Dua kali mengalami delay hingga akhirnya penerbangan dibatalkan menjadi gambaran lain mengenai dampak kabut asap terhadap aktivitas penerbangan.

Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Seberapa parah sebenarnya kabut asap yang menyelimuti Palangka Raya?

Sebab, persoalan kabut asap tidak hanya berkaitan dengan kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Ketika jarak pandang menurun, aktivitas penerbangan juga dapat ikut terdampak.

Sebelumnya, kondisi serupa juga terjadi di Bandara Tjilik Riwut. Kabut asap menyebabkan jarak pandang menurun dan mengganggu sejumlah penerbangan.

Di tengah kondisi tersebut, publik tentu membutuhkan informasi yang terbuka mengenai situasi karhutla dan kualitas udara di Kalteng.

Terlebih, perdebatan mengenai kondisi kabut asap belakangan juga ramai di ruang publik. Sebagian pihak menilai kondisi tidak separah yang ramai diberitakan di media sosial.

Namun di lapangan, gangguan terhadap penerbangan menjadi salah satu indikator nyata yang patut diperhatikan.

Kini, pertanyaannya bukan sekadar apakah kabut asap terlihat pekat dari jalanan.

See also  Bupati Tabalong Buka HAKTAWA, Tegaskan Komitmen Wujudkan Pendidikan Inklusif

Ketika pesawat sampai gagal berangkat, seberapa serius sebenarnya kondisi udara dan jarak pandang di Palangka Raya?


Dilihat 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *