Pemadaman Karhutla Menggunakan X-Fire Hingga Tembus Bara Gambut

Pemadaman Karhutla Menggunakan X-Fire Hingga Tembus Bara Gambut

PALANGKA RAYA – Pemadaman karhutla di lahan gambut tak cukup hanya dengan membasahi permukaan. Bara yang tertinggal di dalam gambut menjadi persoalan tersendiri karena dapat kembali menyala dan memicu asap. Kondisi inilah yang menjadi sasaran penggunaan cairan pemadam X-Fire oleh Polda Kalteng di Jalan Manduhara Ujung, Palangka Raya, Rabu (16/9/2026).

Ahli Slog Polri Prof Saputra menjelaskan, X-Fire dikembangkan untuk membantu membawa air masuk lebih jauh ke pori-pori gambut. Cairan tersebut terdiri dari dua bahan utama, yakni surfaktan dan tapioka yang telah dipolimerisasi, dengan fungsi berbeda dalam proses pembasahan dan pendinginan gambut.

Surfaktan berperan membantu air menembus pori-pori gambut sehingga pendinginan tidak hanya terjadi pada bagian permukaan.

Setelah air masuk, tapioka yang telah dipolimerisasi berfungsi membantu menjaga kondisi suhu di dalam gambut tetap rendah sekaligus membantu menutup permukaan sehingga oksigen dari luar lebih sulit masuk dan memicu pembakaran kembali.

“Air tetap menjadi unsur utama dalam proses pemadaman, sedangkan surfaktan membantu membuat air tidak hanya berada di permukaan tetapi dapat masuk lebih jauh ke dalam gambut,” jelas Saputra di lokasi.

Menurutnya, X-Fire memiliki dua tipe, yakni X-Fire 01 dan X-Fire 02 yang digunakan sesuai tahapan penanganan. Pada pemadaman api permukaan, satu galon X-Fire dapat dicampurkan dengan 1.000 liter air, bahkan dapat mencapai 3.000 liter air. Setelah api permukaan padam, petugas kemudian menyisir lokasi untuk mencari titik-titik yang masih mengeluarkan asap.

Pada tahap penyisiran itulah konsentrasi cairan ditingkatkan menggunakan X-Fire tipe 02. Saputra menyebut, 1.000 liter air dapat menjangkau area minimal sekitar 1.000 meter.

Pengalaman penanganan sebelumnya juga menunjukkan kedalaman gambut yang ditangani berbeda-beda, antara lain sekitar delapan meter di Riau dan empat meter di Sumatera Selatan.

See also  Cegah Perkawinan Anak, Dinsos P3AP2KB Tabalong Bekali Forum Anak Terkait Konvensi Hak Anak

“Jadi tahapannya adalah pertama kita matikan dulu api, kemudian ada tim yang bergerak mencari sisa-sisa titik api,” katanya.

Setelah pemadaman awal, lokasi tidak langsung ditinggalkan. Tim kembali melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi kembali menghasilkan asap.

Saputra menyebutkan, proses penanganan tersebut umumnya berlangsung sekitar 24 jam. Sebelumnya, X-Fire telah digunakan dalam penanganan karhutla di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau.

Sementara di Kalteng, Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan menyebut penggunaan cairan tersebut di Jalan Manduhara Ujung menunjukkan hasil efektif dalam memadamkan bara dan mengurangi asap dari bawah permukaan gambut.

Polda Kalteng juga menyiapkan tempat produksi X-Fire secara mandiri agar kebutuhan cairan pemadam ke depan tidak sepenuhnya bergantung pada distribusi dari Mabes Polri.

“Jadi mudah-mudahan dengan mekanisme ini bukan hanya sekadar kita memadamkan api, tetapi kita juga bisa tuntas untuk memadamkan bara api yang ada di bawah lahan gambut ini sehingga tidak menimbulkan asap yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Penanganan Karhutla tidak hanya memadamkan api di permukaan, tetapi juga memastikan area yang telah terbakar benar-benar aman melalui proses pendinginan.

“Pemadaman dan pendinginan ini dilakukan untuk mempercepat penanganan Karhutla, khususnya di lahan gambut. Kita pastikan titik-titik yang sudah dipadamkan tidak kembali menyala,” jelasnya.

Sinergi seluruh unsur Satgas Karhutla menjadi kunci dalam penanganan Karhutla. Selain pemadaman, langkah pencegahan dan pemantauan wilayah rawan Karhutla juga terus dilakukan.

Polda Kalteng bersama stakeholder terkait berkomitmen mengoptimalkan penanganan Karhutla agar kebakaran segera terkendali dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan.

“Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor jika menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla,” tutup Kapolda. (ter)

See also  DPRD dan Pemkab Murung Raya Simak Pidato Kenegaraan Presiden RI


Dilihat 32

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *