2
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong mencatat 28 kejadian kebakaran hutan dan lahan, dengan luas area terbakar mencapai 108,45 hektare. Kasus tersebut tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Tabalong.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi dalam laporannya, pada kegiatan Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan, Lahan dan Kekeringan Kabupaten Tabalong Tahun 2026, pada Rabu 19 Agustus 2026, di Pendopo Bersinar, Kelurahan Pembataan.
Haris menjelaskan, 28 kejadian karhutla ini terjadi di empat kecamatan, yaitu Tanjung, Haruai, Kelua dan Murung Pudak. Selain karhutla, BPBD Tabalong juga terus melakukan penanganan terhadap dampak kekeringan, salah satunya dengan mendistribusikan air bersih ke wilayah yang membutuhkan.
Menurut Haris, BPBD Tabalong telah mendistribusikan 33 tangki air, dengan kapasitas masing-masing tangki sebesar 4 ribu liter. Total air yang telah disalurkan mencapai 132 ribu liter, ke sejumlah wilayah diantaranya Kecamatan Haruai, Murung Pudak, Tanta dan Tanjung.
“Nah terkait dengan kekeringan kami sampaikan bahwa saat ini kami sudah mendistribusikan sebanyak 33 tangki, kalau satu tangki isinya 4 ribu liter maka saat ini kami sudah mendistribusikan sebanyak 132 ribu liter kami distribusikan ke lokasi 4 kecamatan juga Pak, Haruai, Murung Pudak, Tanjung dan Tanta,” ujar Haris Fakhrozi, Kalak BPBD Tabalong.
Haris menambahkan, permintaan air bersih dari masyarakat terus ditindaklanjuti BPBD Tabalong. Koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait juga terus dilakukan, untuk memastikan wilayah yang mengalami dampak kekeringan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.
Dano Nafarin, TV Tabalong, melaporkan.


