2
Berawal dari hobi memasak, kini Cemilan HBB asal Desa Garagata, Kecamatan Jaro, berhasil menjadi salah satu UMKM binaan PT Adaro Indonesia yang sukses menembus pasar Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur. Berbagai dukungan pembinaan dan bantuan peralatan turut mendorong peningkatan kapasitas produksi usaha tersebut.
Berlokasi di RT 03 Desa Garagata, Kecamatan Jaro, Cemilan HBB dirintis oleh Desi Amalia bersama orang tuanya pada tahun 2021. Usaha ini berawal dari hobi sang ibu membuat aneka cemilan yang mendapat respons positif dari para tamu yang sering datang ke rumahnya. Dorongan untuk mengembangkan usaha melalui pembinaan UMKM menjadi titik awal lahirnya Cemilan HBB.
Sejak mengikuti program pembinaan di PLUT UMKM Tabalong, usaha tersebut terus berkembang dengan melengkapi berbagai legalitas usaha, seperti P-IRT, sertifikat halal, dan hak kekayaan intelektual untuk merek produk.
Produk pertama yang dipasarkan adalah pangsit yang dibuat secara manual. Seiring meningkatnya permintaan, Desi mulai berinvestasi membeli mesin produksi dan menambah beragam varian produk, di antaranya keripik pisang, kerupuk, rengginang, rempeyek, serta aneka cemilan lainnya.
Pada tahun 2023, Cemilan HBB menjadi salah satu mitra binaan PT Adaro Indonesia. Melalui program tersebut, usaha ini mendapatkan bantuan satu unit mesin spinner dan satu unit mesin pemotong kerupuk yang mampu meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan.
“Pada tahun 2023 kami mendapat binaan dari PT Adaro Indonesia, yang mana dari pihak Adaro survei ke tempat kami dan melihat apa saja yang perlu dibantu oleh pihak Adaro. Kami mendapatkan bantuan berupa satu unit spinner dan satu unit mesin pemotong untuk kerupuk. Dengan adanya bantuan tersebut kami bisa memproduksi produk cemilan kami dengan jumlah yang lebih besar lagi,” ujar Desi Amalia, Owner Cemilan HBB.
Saat ini, produk Cemilan HBB telah dipasarkan di berbagai minimarket di Tanjung dan sekitarnya, serta menjangkau pasar di Provinsi Kalimantan Timur. Berkat pengembangan usaha tersebut, Cemilan HBB kini mampu mencatatkan omzet hingga sekitar 20 juta rupiah per bulan.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.


